Tuhan dulu atau Manusia?



Tuhan dulu atau manusia dulu? Manusia menciptakan Tuhan atau Tuhan menciptakan Manusia? Lalu Tuhan itu apa? Bagaimana menyikapinya?

Benarkah dia seperti Bapak Tua yang duduk dengan janggut panjang dengan segala ke Maha an nya mengawasi sepak terjang bangsa bandel yang bernama manusia? Memberikan rambu rambu kiri dan kanan.  Neraka dan Sorga.  Di neraka ada api yang butuh banyak bahan bakar, di surga berlimpah hal hal enak yang paling enak, jauh lebih enak dari yang paling enak di bumi?

Sejarah mencatat berbeda.

Peradaban manusia, umunya disepakati secara tertulis dimulai 5000 tahun sebelum Masehi.  Jauh sebelumnya lagi manusia sudah mengenal keyakinan pada hal hal yang disebut Animisme dan Dinamisme. Keyakinan pada alam.  Ada kekuatan lain yang menyebabkan banyak hal yang tidak bisa dipecahkan pikiran sederhana manusia pada masa itu.

Lalu muncul kepercayaan Politeisme,  kepercayaan pada banyak Tuhan.  Apa yang dimaksud dengan Brahmanisme ialah sebuah agama yang kompleks dan sistem sosial yang tumbuh dari ritus-ritus pujaan politeistik bangsa Arya kuna yang menaklukkan bagian utara India dan Iran. Agama atau kepercayaan ini lalu menyebar ke seluruh wilayah anak benua Hindia, dan lestari tanpa tidak berubah secara signifikan sampai dewasa ini. Tahap-tahap modernnya yang sangat kompleks biasa disebut sebagai sistem kepercayaan agama Hindu. Agama Hindu pada mulanya seperti ini.  Sebagai awal dari kepercayaan sekarang, Brahmanisme menjadi semacam kepercayaan yang disebut Pagan sekarang.  Penyembahan pada gejala gejala alam.  Misalnya Dewi Sri yang identik dengan sumber kehidupan, padi.  Kemudian Batara Surya, sang matahari.  Lalu Batara Kala, sang waktu.

Sampai kemudianmenjadi Tri Murti.  3 dewa besar sebagai wujud dari Tuhan Yang Maha Esa.  Brahma, Wisnu, Siwa; Pencipta, Pemelihara dan Perusak. Diyakini kepercayaan ini muncul kira kira 1500 - 800 tahun sebelum Masehi.

Kemudian pada periode sekitar 1500 - 1300 SM muncul Yudaisme, yang sekrang dikenal sebagai agama Jahudi atau Jewish. Yahudi adalah istilah yang merujuk kepada sebuah agama atau suku bangsa. Sebagai agama, istilah ini merujuk kepada umat yang beragama Yahudi.Berdasarkan etnisitas, kata ini merujuk kepada keturunan Eber (Kejadian 10:21) atau Yakub, anak Ishak, anak Abraham (Ibrahim) dan Sarah. Etnis Yahudi juga termasuk Yahudi yang tidak beragama Yahudi tetapi beridentitas Yahudi dari segi tradisi.

Kemudian pada sekitar 500 SM di Asia muncul agama Buddha dan Khong Hu Cu dan Taoisme. Buddhisme dan Taoisme banyak mengandung filsafat hidup, sementara Khong Hu Cu lebih banyak mengatur hubungan antara manusia.  Sinkretisme ke 3 kepercayaan ini kemudian dikenal dengan Tri Dharma, yang mengakar kuat sebagai kepercayaan dasar orang orang etnis China.

Di Jawa sendiri sempat berkembang Siwa-Buddha sebagai  sinkritisme Hindu Buddha yang melahirkan falsafa Bhineka Tunggal Ika.

Setelah periode ini, berakar dari Yudaisme muncul agama Kristen di Timur Tengah.  Agama Kristen kemudian berkembang luas menjadi agama yang lebih luas dianut orang di dunia.  Prediksi sejarawan menggambarkan ini sebagai akibat dari penolakan orang Jahudi sendiri atas Jesus Kristus yang menyebarkan agama Kristen sebagai nabi palsu. Film garapan Mel Gibson The Passsion of the Christ menggambarkan bagaimana proses penolakan kaum Jahudi ini terhadap Jesus Kristus sampai kepada peristiwa penyaliban.

Lalu sekitar 500 an tahun setelah ini muncul Muhammad membawa agama Islam.  Sama seperti yang terjadi pada Jesus Kristus, umat Kristen dan Jahudi juga menolak Muhammad dan mengganggap Muhammad sebagai nabi palsu.  Hal ini semakin tegas pada kitab Perjanjian Baru pada bagian Wahyu yang menceritakan tantang akhir jaman dengan munculnya nabi palsu.

Demikianlah urutan sejarahnya.

Jadi, Tuhan sebagai Yang Maha Esa diciptakan pada periode  1500-1300 dengan munculnya Judaisme. Lebih menarik lagi merujuk ke sejarah.  Pada mulanya Yudaisme justru menggambarkan Tuhan sebagai 2. YHWH yang dieja menjadi Yahwe.  Ini YH bersifat laki-laki dan WH bersifat wanita. Mirip dengan konset Taoisme tentang Yin dan Yang. Hitam dan Putih.

Namun, kalau bicara melalui analogika agama Abrahamic, yang tertera adalah Tuhan menciptakan alam semesta beserta seluruh isinya kemudian menciptakan manusia.

Dengan kondisi begini, maka bahasan akan lari ke IMAN.  Tidak bisa membicarakan agama hanya dengan sejarah.  Tapi harus melalui Iman.

Terkadang ini membutakan.  Kenyataannya di agama agama timur jauh, masalah ini tidak pernah terjadi.  Baik Hindu, Buddha, Khong Hu Cu maupun Taoisme tidak pernah ngotot pada siapa yang menciptakan siapa. Sehingga pada agama agama timur ini ilmu pengetahuan, sejarah dan segala hal yang bersifat ilmiah, relatif lebih bisa diterima.

Walau benar menurut saya, kata teman saya, agama sendiri adalah mistis yang diwujudkan kepada Tuhan. Terutama ini mungkin berlaku pada agama agama Abrahamic.  Seakan akan terjadi pemaksaan keyakinan atas sesuatu yang belum tentu benar, tapi harus menjadi benar lewat dogma. Perkataan kitab adalah suci, karna ini bersumber atau terinspirasi oleh Ilahi.

Inilah dasar konflik yang sebenarnya. Karna perkataan kitab adalah mutlak benar.  Berasal dari Tuhan. Maka orang-orang Jahudi akan menjadi kafir kalau mengakui Jesus sebagai Mesias.  Sama halnya seorang Kristen akan menjadi tidak Kristen kalau mengakui Muhammad sebagai Nabi terakhir.  Dan Islam sekarang menolak Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi terakhir.

Lingkarang (setan?) yang terus berulang? 
Artikel Yang Berhubungan Badan:


7 Response to "Tuhan dulu atau Manusia?"

  1. Hmmm...lumayan juga kilas balik sejarahnya.. Meskipun secara tingkas tapi cukup sebagai skema sejarah TUHAN (agama) dalam kebudayaan.

    Menjawab judul ini: Tuhan dulu atau manusia?
    Saya jawab MANUSIA.
    Kenapa?
    Karena Tuhan diciptakan oleh akal pikiran manusia.
    Hmmm ..???

    Traktor says:

    Setuju. Manusia menciptakan Tuhan. Itu faktanya.

    Titi says:

    manusia dulu
    karena tanpa berhubungan baik dengan sesama ya GA mungkin nembusi yang Mencipta.
    Saya sudah lama meninggalkan agama lembaga / simbol. Saya juga ga bisa bilang semua agama adl sama, dlm beberapa hal ada perbedaan. Tapi kembali lagi tidak beragama orang yang tidak berakhla / moral.
    Apa mungkin pengaruh didikan keluarga saya juga ya ? yg lebih menekan kan moralitas di banding ritual.

    manusia says:

    hehe.. manusia2 lucu kalian..
    kalo begitu nyawa yg ada di jasad kalian itu dari mana?? apakah cm ditiupkan aja oleh bapak ibumu saat hubungan sex?? hehe...

    Tapi aku sendiri ga tau latar belakang sang penulis ini ya, apakah orang yg ga punya agama, atau memang orang yg takut akan kematian atau orang yg sdh terlanjur berbuat dosa yg besar sehingga ga mau lagi mengenal agama.

    tapi ga usah mikir jauh2, yang bisa mengambil FAKTA2 itu siapa??? cm asal mikir aja...

    Anonymous says:

    Yang ngambil fakta itu manusia, yang nulis manusia. Dari mana inspirasi mereka? Who knows? Kalo ada nabi sekarang lu bilang gila, emang zaman dulu nabi dibilang gila. Sama aja.

    Faktanya ada, manusia.

    Traktor says:

    Manusia: agama bukan cuman Islam Bung. Ada Buddha dan Hindu, Khong Hu Cu dan Taoisme.

    Sang Pendosa says:

    ..Tuhan atau obyek yg disebut "Tuhan" ?....
    ...terserah kalian lah mau nyebut Tuhan atau "Tuhan" itu sebelum manusia atau sesudah manusia...gak ngaruh buat Tuhan...kalian mau ibadah..ritual atau moral...terserah....gak ngaruh sama Tuhan...paling ngga' oleh Tuhan yg aku yakini...hehehe..konsep2 atau pemahaman2 itu khan buat kita sendiri, utk memudahkan kita memahami Tuhan, hidup, kehidupan, & menemukan jalan Nya...,kita adalah apa yg kita pikir......hehehe...
    dan sering kali hal2 seperti ini menimbulkan perdebatan & argumentasi utk berusaha membenarkan apa yg dipercayai sehingga sering kali muncul amarah di hati yg ujung2nya kalimat2 kedengkian yg terlontarkan...yg ada adalah: membahas Tuhan dg amarah.... :)

Poskan Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme