Ternyata anda sudah menolong ANJING


Disela sela kegiatan retreat yang sangat menyita waktu berfesbuk ria. Diantara secangkir kopi dan sebatang rokok. Aku sempatkan menyata teman teman semua, dengan aura positif yang semoga bisa terpencang menembus cakrawala menyentuh hati dan sanubari saudara saudara, teman teman dan halayak semua.

Bangun jam 4 pagi, disela sela kantuk karena semalam tidur jam 1 hehehehe…. tapi senyum pagi ini ceria.

Ada satu catatan pendek yang aku lihat dari semalam. Sebuah kasus yang sangat sangat disayangkan bila tidak diambil hikmahnya….

Pernahkah anda dimaafkan karena berbuat sebuah kelalaian?

Saya rasa pernah. Kita semua pernah salah. Mungkin itu sudah kodrat kita manusia yang belum sepenuhnya terbebas dari apa yang dinamakan keterikatan. Aku sendiri merenungi. Berapa banyak maaf yang sudah kuhaturkan namun masih tertunda pengampunan yang aku harapkan aku terima.

Pernahkah anda memaafkan orang lain?

Saya rasa juga pernah. Karena aku dan kamu adalah sama. Manusia yang punya nurani dan juga punya naluri. Kita sebenarnya merindukan persatuan dan kesatuan dalam sebuah keharmonisan, saling menghargai.

Namun apa daya, kadang kita sendiri tercelup begitu jauh, dalam rongga rongga amarah. Sehingga pengampunan dan maaf seakan terlalu jauh untuk ditebarkan. Coba pejamkan mata sejenak, liat ke dalam. Apa yang sudah anda perbuat sehingga anda mendapat perlakukan yang kira kira menurut anda keji dan tidak pantas selaku manusia.

Pasti ada, bila anda melihatnya cukup dalam. Pasti ada maaf yang belum sempat dihaturkan. Pasti ada penyesalan yang belum terlepas simpul simpul pengikatnya. Kita terjebak dalam egosentris sendiri kadang kadang.

Misal saja dalam hal bangun pagi. Kita tahu bangun pagi itu sehat. Kita juga tahu merokok itu tidak sehat. Kita tahu ber FB tanpa bersosial di alam nyata juga tidak terlalu bijak. Kita juga tahu dalam hati kita bahwa hati senantiasa dan sering terjebak dalam sebuah kemunafikan diri sendiri tanpa ada keinginan untuk merubahnya. Walaupun kadang ada niat untuk berhenti merokok, tapi yah itu tadi… sifat permisif kita kadang cukup keras kepala.

Mengapa sifat permisif ini tidak kita sampaikan pada sesama?

Bila anda bisa memberikan maklum pada diri yang tidak kuasa menahan untuk menikmati sebatang rokok. Tidak kuasa menahan keinginan merusak diri dengan cara nikmat ini. Mengapa kita begitu susah membiarkan sifat permisif kita untu berbicara. Tak kuasa menahan keinginan untuk menikmati amarah ini.

Yah, menikmati amarah. Amarah adalah pelampiasan emosi. Ini kepuasan semu. Puas kalau sudah menyakiti. Puas kalau sudah membuat orang lain yang kita anggap musuh menderita.

Pokoknya puas kalau dia dicuekin. Puas kalau dia merasa dirinya sampah. Puas kalau dia merasa diabaikan. Puas kalau dia celaka….

Padahal, kita sendiri menuai penderitaan sendiri. Kita sendiri menanam bibit celaka baru.

Iklaslah dalam hal membantu teman atau orang lain. Lebih baik tidak bertindak apa apa, bila kemudian merasa kecewa karena seperti menolong anjing kejepit kayu, setelah ditolong malah menggigit….

Tapi seandainya anda iklas menolong sang anjing. Mengerti naluri anjing sebagai binatang yang tentu saja tidak secanggih anda yang manusia… mengapa mengharapkan anjing akan seintelek manusia atas pertolongan anda? Berjabat tangan dengan anda menepuk pundak anda dan mengatakan terima kasih dengan tulus.

Anda harus menyadari, bahwa yang anda tolong adalah tetap anjing… anda tidak bisa merubahnya menjadi manusia. Kalau setelah anda tolong sang anjing melakukan hal hal seperti manusia seperti di atas, mungkin anda yang akan ketakutan sendiri…. anjing ngepet barangkali…. hehehehehe

Mari belajar memaafkan. Mari belajar iklas dalam membantu sesama. Tidak pandang gender, tidak pandang cakep atau jelek. Tidak pandang suku. Tidak pandang agama…. Tapi pandanglah matanya… siapa tahu di matanya ada getaran getaran indah yang dinamakan cinta…. hey…. kalau tidak adapun tidak ada ruginya…..

Artikel Yang Berhubungan Badan:


0 Response to "Ternyata anda sudah menolong ANJING"

Posting Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme