GAMBAR NABI MUHAMMAD MENURUT SEORANG BLOGGER MUSLIM


Tulisan berikut yang saya cetak tebal dan berwarna hijau lumut saya kutip dari blog ini: 

Nabi Idris AS adalah Sidharta Budha Gautama

 

 


Apa yang ingin saya sampaikan?
Hehehehehe, ini lucu.  Inilah gambaran logika kelas kentut seorang Blogger yang ingin menjadikan semua yang keren keren sebagai Islam.  Namun menolak untuk sedikit saja belajar dari apa yang dia anggap Islam tersebut.  Jadi di Blognya tersebut, diyakini oleh penulis Blog bahwa Sidharta Gaotama adalah Nabi Idris As.  Dimana dalam perjalanannya, salah satu buktinya adalah menurut dia, Buddha sudah menceritakan tentang Nabi Muhammad yang akan datang ke dunia sebagai Buddha Maitreya.

Secara tradisional, umat Buddha punya gambaran Buddha Maitreya itu seperti ini sosoknya:

Maitreya

Oh.... jadi itu toh kira kira gambaran Nabi Muhammad.  Kok bukan kaya orang Arab, tapi orang China?  Oh Iya, pantas saja ada anjuran beliau untuk Belajarlah sampai ke negri China.

Kemudian Maitreya itu artinya bukan cahaya.  Tapi cinta kasih universal.  Jangankan perang menaklukkan wilayah lain untuk kebesaran agama.  Membunuh nyamuk pun dalam ajaran Buddha tidak dianjurkan.

Saya sambung ya... tanggung nih:


Nah.... inilah yang saya sebut kebodohan.  Semua agama itu muncul memang karena ada kondisi sosial yang ekstrem.  Agama Jahudi karena orang Jahudi jadi budak di Mesir.  Agama Kristen, sewaktu orang Jahudi dijajah Roma.  Islam pada masa Jahiliyah.  Agama Buddha muncul sebagai koreksi atas banyak penyimpangan sosial dari agama Hindu. 

Inti agama Buddha itu simpel, hanya kebajikan.

Kemudian Buddha Gautama menyebarkan ajaran Buddha hanya di India Utara bukan selatan.  India itu sangat luas.  Buddha Gaotama lahir di Nepal.  Dekat pegunungan Himalaya.  Karna luasnya India sangat mustahil Buddha Gaotama bisa mengajar sampai ke India Selatan.  Penyebaran agama Buddha ke India Selatan dan ke seluruh dunia justru terjadi berkat jasa jasa raja Asoka.


Pencerahan itu Bodhi bukan Maitreya.  Maitreya itu sebutan Buddha yang akan datang.  Kapan datangnya? Bila tidak ada satupun lagi mahluk yang mengetahui tentang ajaran Buddha Gaotama masa sekarang.  Jadi, tidak mungkin lahir Buddha baru karna pemeluk agama Buddha saat ini saja masih miliaran banyaknya.

Tidak seperti di agama Abrahamic yang kemunculan Nabi bisa saling timpah ajaran, seperti Jahudi, Kristen dan Islam yang akhirnya menimbulkan pertentangan.  Dalam Buddhisme secara tegas dibatasi.  Seorang Buddha akan lahir hanya bila  sudah tidak ada lagi orang yang 'tahu' ada ajaran Buddha.  Jadi tidak bakal ada rebut rebutan benar antara pemeluk Buddha Gaotama dengan pemeluk Buddha Maitreya.

Tak sekalipun dalam ribuan teks agama Buddha diceritakan bahwa pencerahan yang didapatkan adalah semacam pemberian atau dibisikkan atau diinspirasi dari pihak lain.  Manusia bisa menjadi Buddha.  Itu saja. Tanpa bantuan Jibril atau Tuhan.  Manusia bisa menjadi Buddha.  Sekali lagi... eh, emang Sidharta Gaotama itu sendirian mencapai Buddha.  Menjadi tercerahkan.

Lembah Bodhisatva?... hehehehe, penulisnya tidak ngerti bahasa sansekerta.  Bodhisatva itu bukan nama tempat.  Tapi adalah mahluk yang punya kans besar mencapai Buddha.  Calon Buddha begitulah istilahnya.



Sayangnya Sidharta Gaotama tidak pernah disuruh suruh Tuhan untuk kabur dari Istananya. Riwayat kaburnya Sidharta dari istana adalah dia kebingungan melihat orang sakit, tua, dan mati... kemudian melihat kerajaannya yang sangat minus.  Tanpa laut.  Dia bingun apa yang bisa diberikannya sebagai warisan pada kerajaannya.  Makanya, laki-laki yang sebenarnya pengecut ini, meninggalkan keluarga, anak dan istri serta kerajaannya.  Bukan karena dipaksa. Tapi karena kemauannya sendiri. Sidharta itu orang yang keras kepala, melawan orang tua, meninggalkan anak dan istri.  Bolak balik kabur dari perguruan (semacam pesantren) yang stau ke perguruan yang lain.  Sampai dikabarkan, habis stock guru agama di wilayahnya saat itu, tapi dia tidak puas juga.  Sampai akhirnya dia belajar sendiri hingga mencapai pencerahannya.
Btw, tentang sebutan Isa pada Yesus yang saya tahu bukan begitu.  Dalam dialek Aramic, Yesus berasal dari kata Iesua atau Yosua (Ibrani).  Yesus sendiri kalau tidak salah adalah bahasa dialek Yunani.  Jadi dari Iesua (Aramic) kemudian menjadi Isa (Arabic).

-------------

Sebenarnya tidak perlu usaha untuk memahami suatu kebenaran dengan langkah hendak memiliki.  Ajaran Buddha yah ajaran Buddha, ajaran Muhammad yah agama Islam.  Agama Islam turun dari langit.  Agama Buddha turun dari pohon kelapa, alias batok kepala Sidharta Gaotama.  Hasil pemikiran manusia murni.  Itu diajarkannya supaya umatnya bisa menjadi seperti dia, menjadi Buddha juga.

Sementara dalam Islam, dianjurkan mengikuti cara cara Nabi Muhammad.  Namun jangan sekali-kali berani menjadi Nabi.  Karna nabi adalah dipilih oleh Tuhan.  Jadi nabi dalam agama Abrahamic (Islam, Kristen, Jahudi) adalah keturunan Adam yang terpilih.  Bukan sembarang orang. 

Ini dasar yang paling berbeda.  Buddha dicapai dengan usaha sendiri, Nabi diperoleh karena terpilih.

Sifat dasar yang berbeda ini bila berusaha disatukan yang muncul adalah penolakan.  Yang lebih penting itu memahami karakter dan ajaran agama lain, bukan mengklaim sebagai milik agama sendiri.  Dengan begitu pencapaian iman pribadi bisa lebih tinggi.




Salam - Traktor Lubis  
Artikel Yang Berhubungan Badan:


18 Response to "GAMBAR NABI MUHAMMAD MENURUT SEORANG BLOGGER MUSLIM"

  1. Waah...sudah berani masuk ke kamar Islam lewat pintu sejarah, Alquran dan hadis ini mas Lubis. Sebagai usaha untuk menggalang toleransi positif ini sangat bagus. Tapi sebagai kajian kritis bagi saya belum. Karena semua itu tergantung paradigma berpikir. Apalagi bila menggali Kebenaran dari data Kitab Suci. Maupun dari sejarah agama yang sangat sulit diverifikasi.

    Tapi saya salut dengan kegigihan mas Lubis untuk mencoba masuk lebih jauh pada studi perbandigan antar agama.

    Traktor says:

    Tidak mas, sebagai umat Buddha yg masih belum mencapai Buddha saya hanya khawatir tulisan tulisan tanpa logika begitu bakal menimbulkan prasangka salah.

    Sejarah harus diluruskan. Salah tafsir bahasa misal arti Maitreya yg menjadi cahaya. Bodhisatva yg menjadi tempat, ini salah.

    Silahkan saja umat Islam ada yg mau nganggap Sidharta sebagai Idris atau Daud. Pokoknya yg ada D nya deh wekekekekeke

    Tapi harap dicatat selang waktu munculnya agama Buddha dengan Islam, lebih dulu agama Buddha. Dalam sejarah, yang lebih tua dari agama Buddhaitu Hindu dan Jahudi.

    Namun ada kecenderungan fanatisme modern yg ingin menyatukan semua agama. Menurut saya ini norak. Dan tidak sehat.

    Bagaimana kalau saya ungkapkan bahwa dalam kitab Buddha juga selain Maitreya ada juga tokoh yg akan menyebarkan kepercayaannya lewat perang dan Pedang. Bahkan pedang pengikutnya ini akan membabat banyak umat Buddha.

    Hal ini akan tidak baik bila umat mengasumsikannya sebagai umatnya Jesus atau Muhammad kan?

    Semangat untuk menyatukan nilai-nilai agama bagi saya WAJIB! Tapi bukan mencari-cari atau menyandingkan para tokohnya dalam lintas kitab suci. Misalnya yang disebut Maitreya adalah Erianto Anas. Atau yang disebut Nabi Idris dalam Alquran adalah Traktor Lubis. Itu hanya masturbasi metafisis.

    Yang WAJIB disatukan bagi saya adalah SPIRIT UNIVERSAL-nya. Sejarah biarkan saja menjadi hiasan Rak Buku di Perpustakaan. Karena tidak ada diantara kita hari ini yang BENAR-BENAR TAHU, apakah Sidharta dan Muhammad itu benar-benar ada. Kecuali hanya dari berita sejarah.

    Tapi nilai-nilai universal kehidupan siapa yang tidak merasakan dan membutuhkannnya? Ayo jawab!

    Traktor says:

    Nilai nilai universal agama itu sudah ada tanpa harus disama samakan. Dalam keyakinan saya tidak ada istilah WAJIB. Anda ingin melakukan silahkan. Orang lain menolak juga silahkan.

    WAJIB hanya akan menimbulkan pertentangan. Bukan nilai nilai agama universal yaitu cinta kasih, damai dan kebijaksanaan yang didapat. Melainkan pemaksaan, dengan hukum yang bernama WAJIB.

    Sejarah ada karena otak manusia ada. Manusia ingin tahu dan membuktikan apa yang sebenarnya sudah menjadi tanda tanya nya.

    Nilai nilai universal hidup yang paling hakiki adalah kebebasan berpikir. Bebas disini termasuk bebas dari hukum WAJIB.

    Anda mewajibkan apapun. Bahkan dikurung dalam ruangan sempit tanda cahaya, pikiran terus akan berkelana. Jadi, sorry.... saya menolak sesuatu yang wajib. Manusia bisa menjadi maha manusia, bila bebas dari belenggu wajib.

    Hahahaha.... selamat kalau begitu.

    Belajarlah kembali menulis SURAT CINTA, dimana BUNGA artinya adalah ungakapan rasa cinta.
    Dimana kata BENCI artinya Benar-benar Cinta.
    Yang Ada kadang disebut Tiada
    Yang Tiada itu kadang artinya Benar-benar Ada

    Selamat berpikir!

    Traktor says:

    Senggama metafisis wekekekeke dodol!

    ryuumajin says:

    Kalo ga salah, Buddha sendiri menolak ketika ada pengikutnya yang menyarankan agar ajarannya dijadikan ajaran "resmi" dengan segala macam administrasi dan tetek bengek politiknya. Akhirnya terbukti politik tersebut malah menjadikan ajaran agama Buddha sendiri cemar (dan BUddha tidak kuasa mencegah perpecahan di antara pengikutnya). Kayanya ini yang terjadi di Islam sekarang ini

    Traktor says:

    Buddha tidak pernah mengklaim ajarannya sebagai agama. Sidharta sendiri pemeluk Bramanisme.

    Saya semakin rajin menyimak pergulatan statement antara bung ernas dan pak lubis, saya sebagai pemeluk salah satu agama di Indonesia sedikit tercerahkan oleh tulisan2 anda berdua, saya hanya ingin menjadi netral, jika ingin menambahkan statement saya, saya masih takut, jika hal ini justru salah, saya hanya pengusung kebebasan berpendapat dan beragama, jadi jika ada yang mengklaim apapun itu menjadi Islam, atau ini itu adalah Islam, tak pedulilah, itu mungkin sekedar kentutnya saja, yang penting adalah bagaimana menjadikan diri sendiri lebih baik.

    Traktor says:

    Natan: Betul, sebenarnya yang diperdbatkan saya dan EA bukan kepada pelaksanaan agama itu. Tetapi semangat sinkritisme.

    Itu yang saya tolak.

    Saya memahami Islam sebagai Islam, bukan Islam itu Buddha juga. Demikian juga sebaliknya. Umat Islam memahami Buddha atau Kristen sebagai Buddha dan Kristen, bukan sebagai Islam.

    Jadi, disini bukan masalah perbuatan atau moral. Karena itu hak asasi manusia. Agama atau negara pun tidak punya hak mengatur moral manusia.

    lulusgita says:

    saya mau koment tapi saya tidak beragama......saya yakin Tuhan itu ada, tapi Tuhan itu berpihak pada Agama yang mana?...saya bingung jadinya.......saya belajar sana-sini, capek jadinya, mungkin otak saya tidak mampu menembus tanah alam pikir ttg Tauhid, keTuhanan, Theologi atau apa lah nama2nya....BTW great lah buat penulisnya, saya akan baca terus postingan2 nya agar saya menemukan keberadaan Tuhan

    Traktor says:

    Lulusgita: Tak ada orang yang sudah ketemu Tuhan yakinlah. Tuhan itu hanya diakui ada.

    Tidak ada larangan tidak boleh komen kalau tidak beragama. Tuhan tidak melihat manusia dari dia beragama atau tidak. Tapi ke perbuatannya.

    lulusgita says:

    terimakasih bang traktor....kalo bgitu bolehlah saya bertanya, kalau boleh tau atas dasar apa Tuhan tidak melihat manusia dari dia beragama atau tidak. Tapi ke perbuatannya.?

    mohon pencerahannya.....thanx

    Traktor says:

    Atas dasar sejarah agama itu sendiri.

    Agama muncul kapan? paling lama adalah Hinduisme, yang berakar pada Brahmanisme sekitar 5000 - 6000 tahun yang lalu.

    Sebelumnya tidak ada agama. Jadi, apakah manusia manusia yang hidup sebelum munculnya agama ini akan masuk neraka semua?

    lulusgita says:

    hhmmm...baiklah nanti saya pelajari ttg Hinduisme dan Brahmanisme agar saya punya refrensi...cz memang kebetulan saya masih miskin pengetahuan ttg Hinduisme dan Brahmanisme.

    namun saya sekedar menanggapai pendapat abang ttg "...apakah manusia manusia yang hidup sebelum munculnya agama ini akan masuk neraka semua?"

    sepengatahuan saya bahwa Tuhan nya Ibrahim selalu mengatakan dalam ayat2 kitab cucu2 nya "Bahwa "kamu" tidak bertanggung jawab atas manusia sebelum kitab ini diturunkan"

    yah hanya itu bang yg saya tahu...jadi petanyaan apakah manusia sebelum munculnya agama akan masuk neraka semua, saya juga tidak tahu karena dalam agama2 ibrahim sendiri Tuhannya mengatakan bahwa itu tanggung jawabNya.....seperti apa tanggung jawabNya saya tidak tahu

    Traktor says:

    Gita:

    Kenyataannya, sebelum turunnya agama Ibrahim; Jahudi, kristen, Islam. Sudah ada kerpercayaan kepercayaan Pagan di timur tengah.

    jadi, kira-kira 3000 tahun yang lalu, baru muncul monotheisme pertama, yaitu agama jahudi lewat Musa.

    lulusgita says:

    hmmmm........Jadi bingung awak bang.......
    kenapa abang menjawab dengan wawasan bukan konsep atau filsafat.....

    Traktor says:

    Lulusgita:

    Saya kasih pertanyaan:

    mau dijawab dengan jawaban yang diinginkan atau yang menurut saya? hehehehe

Posting Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme