GEMPA, STUNAMI, MAKAN DAN ZINA.... SEMUANYA BERBAHAYA




Gempa kemaren, memporak porandakan Mentawai. Terakhir saya baca entah berapa ratus jiwa tidak diketahui dimana keberadaannya, hidup atau mati, atau mungkin setengah mati.

Saat peringatan 'stunami' datang dari badan asing, BMG justru santai santai menanggapi peringatan yang sudah disebar luaskan bahkan sampai ke Thailand, Malaysia dan Singapura selain Indonesia.

Gempa, sangat sangat berbahaya... karena tidak ada peringatannya sama sekali. Berbeda dengan stunami, yang sebenarnya bisa dipersempit ruang perusak jiwa manusianya. Jepang pakar dalam menghadapi bencana alam yang disini separah 'dementor' efek horornya.

Kadar penghancurkan stunami yang bisa kita lihat di Aceh dulu yang sangat mengerikan. Dalam pendapat saya, kadar rusak ini lebih menyedihkan dibanding Gempa. Karena Stunami bisa dideteksi... sedang Gempa... hampir tidak bisa.

Sesuatu yang bisa diperingatkan terlebih dahulu. Dengan sesuatu yang tidak bisa. Sesuatu yang sudah diperingatkan bahayanya.... sengan yang tidak ada peringatan berbahayanya... bagi saya, lebih mengantisipasi yang tidak ada peringatannya... Ini bisa 2 kali lebih berbahaya, karena ibarat lomba lari... gak ada aba aba 1 - 2 - 3... pokoknya langsung zinggggggggggggggg............

------------------------------------



Makan.

Coba kalau anda sesekali ke dokter specialis Penyakit Dalam... sambil nunggu dokter melayani pasien lain. Dan anda sebel ngantri, karena rame banget. Ngobrol lah dengan sesama pesakitan lainnya, atau sama petugas kartu sakit...

Bandingkan hal ini: Mana yang lebih banyak pasien diabetes type 2 dibanding dengan pasien Kanker, Jantung, Impotensi atau Paru Paru Basah?....

Di dokter specialis langgananku, paling banyak adalah penderita Diabetes Type 2.

Makan bisa menjadi sangat berbahaya. Jauh lebih berbahaya daripada MEROKOK. Karena tidak ada tulisan berupa, mungkin seperti ini:

PERINGATAN PEMERINTAH: Makan berlebihan bisa menyebabkan osbesitas, Diabetes Type 2 dan Penyakit Degeneratif lainnya.

Di semua kemasan makanan dan minuman. Karung Beras, Kaleng Sarden, Plastik Pembungkus Sayur... dll.... Sama dengan tulisan peringatan sejenis yang selalu ada di bungkus rokok.

Itu mengapa penderita Diabetes semakin banyak di masyarakat. Anak usia bayipun bisa mengidap hal serupa. Tak lain, dari akibat pola makan si Ibu saat hamil. Apalagi pada manusia yang punya 2 orang tua yang punya riwayat Diabetes atau kencing manis.

Jadi berbahaya, karena tak ada yang mengingatkan. Jadi sepele karna peringatan tidak ada.

Lah, ada peringatan pemerintah saja, jumlah perokok hampir tak pernah kurang. Buktinya Pabrik rokok masih elit pembayar pajak terbesar sampai saat ini. Di negri surga pajak ini. Karena pajak sekarang sumber pendapatan no 1, setelah Minyak dan Gas sudah menipis.

--------------------------------------




Waktu anda (maaf - misalkan) berzina, dengan WIL atau PIL.... saat membuka pakaiannya... di dadanya ada stempel..... PERINGATAN PEMERINTAH: Berzina bisa menyebabkan rusaknya nama baik, karir terjegal, Keluarga Hancur, dan MASUK NERAKA.....

Tapi, peringatan seperti itu tidak ada... Makanya kasus zina semakin marak saja, walau RUU Anti Pornograpi sudah diteken. Belum DIjalankan... dengan asumsi Wanita Penyebab Urusan Kerusakan Aklak seprti ZINA.

Nah, layaknya lagi seperti gempa dan Stunami... Zina jadi sangat BERBAHAYA. Jauh lebih berbahaya daripada MEROKOK. Karena, Tidak ada stempel Pemerintah di setiap dada pasangan Zina anda akan bahaya Berzina.... Sementara, peringatan sejenis pasti terbaca dengan mencolok di setiap bungkus Dji Sam Soe atau SamPoerna Mild anda....

Kalau saya jadi anda, saya akan lebih memperhatikan bahaya gempa dan stunami, bila saya tinggal di jalur gempa dan di pinggir garis pantai yang berhadapan dengan laut.... karena BMG kita agak agak bolot soal mengingatkan rakyat Indonesia akan bahaya Gempa, Stunami, Gunung Meleduk bahkan... berzina... hehehehehe....

----------------------------------------

Sebagai kesimpulan atau penutup omong kosong saya kali ini. Harap dimaklumi, saya punya riwayat Diabetes Type 2. Sudah cukup makan asam garam dari urusan penyakit sialan ini. Untungnya, sekarang relatif bisa saya kendalikan. Dengan diet yang bagi sebahagian orang berlebihan, lah.... makan nasi cuman sekali seahri, selebihnya makan rujak dan cemilan ringan kalori... olahraga teratur... sampai akhirnya berhasil saya peras perut saya dari celana ukuran 36 sekarang ke 32. Dari 85 kg menjadi 73 kg. Sangat menyiksa, tentu saja.

Sebelnya saya. Tidak ada peringatan dari Pemerintah akan bahaya MAKAN ENAK.... Tidak ada poster peringatan Bahaya Makan Enak yang Salah kaprah di restoran kesayangan saya.... Yang Ada malah PPN 10%. Berbeda dengan di bungkus rokok yang juga kesayangan saya.... ada peringatan di setiap bungkusnya.... Mungkin kelak di setiap helai daun tembakau akan distempel cap serupa, hehehehe...

Berbahaya karena tidak ada yang ngasih tau sesuatu hal itu berbahaya.

Itu yang paling berbahaya. Kalau sudah ada yang mengingatkan bahwa sesuatu hal itu berbahaya, seperti kasus rokok... tinggal keputusan sendiri, mau mengambil resiko bahaya untuk satu desah nikmat? Atau Masa bodoh.

Sangat horor... karena gak ada yang mengingatkan bahwa pola makan jelek bisa meningkatkan resiko kena Diabetes type 2. Jantung, Kelainan Janin dan Impotensi juga.... Yah.. Diabetes erat hubungannya dengan Impotensi.

Mengerikan bukan?.... Karna tak ada yang mengingatkan.

Hampir sama kadar bahayanya dengan Stunami dan Gempa Bumi. Sama sama bisa menghilangkan nyawa. Sama sama bisa terjadi kapan saja.... Sama sama Tak ada peringatan dari pemerintah sebelumnya....

Dalam sudut pandang ini.... merokok jadi tidak lagi sebegitu berbahaya.... karena sudah ada yang mengingatkan berulang ulang.... Jadi kalo ketemu perokok... udah biarin saja deh.... emang orangnya yang bebal.... jangankan anda yang berusaha mengingatkan dia.... rokok yang dia hisap sendiri sudah mengingatkan dia di setiap bungkusnya.... jadi.... gak ada gunanya diomelin, diingatkan....

Hehehehe..... no flame...

Salam - Traktor Lubis  
Artikel Yang Berhubungan Badan:


1 Response to "GEMPA, STUNAMI, MAKAN DAN ZINA.... SEMUANYA BERBAHAYA"

  1. Niknik says:

    Saya hanya ingin menanggapi di kasus peringatan tsunami BMKG saja, kebetulan suami saya bekerja di sana. BMKG sudah berfungsi sebagaimana mestinya, dan stasiun RCTI pun memperingatkan masyarakat mengenai "potensi tsunami" selama beberapa menit dan saya menyaksikan hal itu. Kenapa hanya RCTI ??karena hanya RCTI yang selalu meng-update saluran informasi bencana langsung dari BMKG. Sebetulnya, semua stasiun TV mempunyai akses langsung mengenai hal itu, dan itu harus selalu diupdate, pihak stasiun TV lain sempat menuntut kelalaian BMKG dalam menginformasi, namun segera terbantahkan dengan kelalaian pihak stasiun TV yg tidak mengupdate karena akses tersebut sudah diberikan oleh BMKG. Kebetulan suami saya yg mengatur konferensi persnya mengenai hal ini, jadi saya paham. Kemudian, di sistem informasi bencana gempa dan tsunami sudah terdaftar nomor-nomor HP pejabat-pejabat penting negara, dari mulai bupati-walikota-gurbernur-menteri dst...termasuk suami saya (ikut menyisipkan no HPnya), jadi informasi gempa dan potensi tsunami mentawai sebenarnya sudah terinfo kepada pejabat-pejabat khususnya di daerah mentawai itu sendiri...sampai disini, BMKG sudah melaksanakan tugasnya, apakah harus BMKG juga yang mengevakuasi korban gempa??(ini yg dikeluhkan suami ketika itu banyak yg komplain mengenai lambatnya informasi BMKG)...setiap hari suami saya menerima sms informasi bencana gempa, dan saya sangat hafal karena sms itu selalu terkirim 2 kali dengan jarak 1 menit. Umumnya sms bencana gempa tsb terlaporkan 5-7 menit setelah gempa terjadi, pada kasus tsunami mentawai, tsunami terjadi 15 menit setelah gempa, jadi hanya ada waktu sekitar 8-10 menit untuk evakuasi korban dari bahaya tsunami...(itu info dari suami saya)...semoga penjelasan ini cukup. trims bang:)

Posting Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme