Memperkosa orang digoda setan, membunuh orang disuruh Tuhan!

Belakangan ini memang hiruk pikuk kehidupan beragama di Indonesia memang sedang panas panasnya. Belum selesai kasus yang mengakibatkan 3 orang tewas dalam serangan sekelompok orang terhadap jemaah Ahmadiyah, publik dihadapkan lagi dengan perusakan sejumlah gereja Kristen dan sekolah di Temanggung.

Belum lagi dengan beredarnya secara bebas video penyerangan terhadap Ahmadiyah.

Kepercayaan publik teradap pemerintahan mencapai titik yang membosankan.

Tuntutan untuk menyelesaikan kasus-kasus ini memuncak. Protes dan cemooh kepada pemerintahan SBY ramai melalui Facebook dan Twitter. Menanggapi hal tersebut, Presiden SBY mengatakan akan membubarkan ormas yang melakukan tindak Anarkis.

FPI - Front Pembela Islam akhirnya mengeluarkan pernyataan akan mengumpulkan massa untuk menggulingkan pemerintahan SBY bila berani membubarkan mereka. Bahkan disebut-sebut, sejumlah jendral TNI berada di belakang FPI.

Tak lama kepolisian melepas beberapa orang saksi pada kejadian penyerangan Ahmadiyah.

Publik protes keras. Namun ada juga yang justru berteriak membubarkan Ahmadiyah bila benar benar ingin menyelesaikan masalah. Karena di luar negri bahkan di negara asalnya kelompok Ahmadiyah ini sudah dianggap bukan Islam dan sesat.

Ketegasan kembali diharapkan dari pemerintah. Bukan sekedar ucapan pencitraan yang setelah mulai adem langsung dilupakan. Masalah penyerangan terhadap jemaah Ahmadiyah ini memang sudah lebih dari sekedar sentimen politik.

Menanggapi reaksi publik, presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan aparat melumpuhkan kelompok-kelompok yang bertindak anarkistis atas nama agama dengan segala cara yang mungkin.

“Kekerasan harus dihentikan sekarang juga dengan segala ongkos dan risikonya,” kata Presiden seperti dikutip Daniel Sparingga, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik, melalui pesan singkat kemarin.

Tokoh Muhammadiyah, Achmad Syafi’i Ma’arif, mengatakan aksi kekerasan atas nama agama terus berulang karena negara lemah. “Aparat sudah mengerti, tetapi tak diantisipasi,” kata Syafi’i. Sikap aparat seperti itu, “Bisa diartikan pembiaran atau ketidakberdayaan negara.”

Menurut Syafi’i, pemerintah harus bertindak tegas terhadap kelompok yang melakukan kekerasan. “Kalau sudah meresahkan dan merusak, harus dibubarkan,” kata Syafi’i.

Komentar dari Tokoh Muhammadiyah ini merupakan dukungan penting terhadap pernyataan SBY. Bagaimanapun kelompok kelompok yang mengatas namakan Islam tersebut hanyalah sekelompok kecil dari umat Islam Indonesia.

Pemerintah harus bisa kali ini untuk mengembalikan kepercayaan rakyat. Adili semua tindak kriminal yang menghilangkan nyawa orang lain itu. Hukum mereka karena menganiaya orang lain. Muhammadiyah dan NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia sudah menyatakan dukungan.

Lantas apakah dengan membubarkan ormas ini akan efektif mencegah tindak anarkis di masa depan?

Apakah ini penyelesaian? untuk jangka pendek mungkin ini yang terbaik. Namun yang lebih penting lagi, bagaimana pemerintah dapat menyelesaikan kasus ini tanpa disusupi misi misi politik. Ungkap kasus kriminal sebagai kasus kriminal. Jangan pedulikan kepentingan kepentingan politik yang saling tarik menarik di sini.

Putuskan segera hai Mentri Agama, apakah Ahmadiyah akan dibiarkan seperti sekarang dengan segala kerentanannya menghadapi kelompok Islam anarkis yang lebih besar? Atau sebaiknya dibubarkan.

MUI sudah menyatakan Ahmadiyah sesat. Pemerintah RI juga sudah setuju dengan wacana menjamin kebebabasan beragama dan beribadah tahun 2005. Lebih jauh lagi ada Pancasila sebagai dasar negara dan UUD 45 paslal 29 yang menjamin kebebasan umat beragama dan penganut kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk melakukan ibadahnya.

Ini persoalan susah. Karena itu, hai Mentri Agama, kau diangkat menjadi mentri. Untuk menyelesaikan urusan urusan seperti ini. Kalau tidak juga selesai, artinya kau makan gaji buta. Putuskan segera. Bila perlu tidak usah terlalu banyak tanya pada kelompok ini kelompok itu. Kesannya pemerintah tidak bisa bertindak alias plin plan.

Bubarkan Ahmadiyah. Biarkan Ahmadiyah seperti sekarang. Jadikan Ahmadiyah sebagai sekte tersendiri… Whatever lah….. Yang paling utama jangan ada orang mati gara gara agama lagi.

Karena walaupun tak ada fatwa haram membunuh, membunuh itu salah! Secara dunia ataupun akherat.

Jangan lupa…. Kami menunggu para pembunuh itu diadili sesuai dengan perbuatannya. Jangan seperti kasus Gayus lagi, hukumannya lebih ringan dari hukuman pencuri ayam

Artikel Yang Berhubungan Badan:


3 Response to "Memperkosa orang digoda setan, membunuh orang disuruh Tuhan!"

  1. Anonymous says:

    Pemerintah? bwuaahhh..... apa bedanya mereka dengan setan?
    Ngomong doang...
    selama ada duit di kantong dan tidak terganggu, mana mau bergerak......
    SBY sama aja....

    Traktor says:

    numpang ngomel ya?

    Anonymous says:

    dikit

Posting Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme