Sang Gagak



Sang Gagak



12982196551553767616




Dalam setiap tawa ada tangis yang menunggu.
Dalam setiap tangis ada keraguan akan datangnya matahari.
Senja yang semakin larut, melarutkan malam, meentaskan keraguan akanmu.
  
Menghilang mungkin membantu,walau sedikit polesan puitis mungkin akan mengasikkan cengkrama kita.

Adakah kau bertanya mengenai aku?
Aku bohong bila berkata tak mengharapkannya.

Bertubi-tubi palu godam menghancurkan tembok bata.
Tanganku melepuh.
Menggali tanah untuk kubur sendiri.
Tapi setidaknya aku ingin kau peduli.
Akan rasa, akan kebodohan, akan pengorbanan yang kuagungkan dalam cinta.

Sosokmu semakin samar.
Senja mungkin melarutkan malam.
Popok-popok tak kubutuhkan.
Serambi pinggir sudut meruncing.

Kapan aku bertanya?
Kapan bisa kau jawab dengan menatap mata?
Dosakah bilah melamun pada senja yang larut?
Bodohkah untuk menyoraki kematian hati?

Lincah

Jari-jari menekan tuts yang berisi perlambang dari segala cukilan jiwa.
Cukilan mata, cukilan daging tumbuh, yang kadang mengembang walau kebanyakan mengerut sekarang.

Dan mungkin akan ada tangis-tangis lagi.
Mungkin akan ada bendera putih lagi.
Mungkin ada sesuatu yang bisa kuraih.
Mungkin ada sesuatu yang kau tinggalkan untukku.

Semakin dalam kurenungi.
Hanya keberanian yang tak kupunya.
Yang membedakan kemungkinan dan nyata?
Jelas itu adalah ‘mungkin’.

Bila keberanian ada, tak akan ada lagi mungkin.
Jika sudah merasa yakin, keberanian pasti datang.
Sedikit nekad sedikit bodoh.
Sedikit perhitungan.
Kali kali kasar dalam kondisi ikat pinggang yang semakin menyempit.

Kaor-koar sang gagak masih terasa.
Mematuk, mematuk, mengais-ngais kotoran mayat belatung celaka.
Akukah sang gagak? Bila kau adalah
badan halus yang kuragukan?

Semoga saja… yah semoga saja




  • 21 February 2011 00:11:35
    vote ane tuh bang… pertamaxxxxxxxxxxxxxx!
    Suka
    Hapus | Balas |
  • 21 February 2011 00:05:59
    wadoh… ngerti kagak isinya? gw rasa ini rada berat.
    Suka
    Hapus | Balas |
  • 21 February 2011 00:12:27
    hmmmm,
    kisah pergelutan dan perjalanan sejarah Bang Traktor dan Bung EA?
    wadooohhh…
    jgn berat2 bgt bang. 
    mata udah mulai berat nih…hehehe
    Suka
    Hapus | Balas |
  • 21 February 2011 00:12:59
    hmmmm,
    kisah pergelutan dan perjalanan sejarah Bang Traktor dan Bung EA?
    wadooohhh…
    jgn berat2 bgt bang. 
    mata udah mulai berat nih…hehehe
    Suka
    Hapus | Balas |
  • 21 February 2011 01:55:05
    salah…. wekekekekeke
    Suka
    Hapus | Balas |
  • 21 February 2011 11:16:57
    hmmm,
    menceritakannya tentang perpisahan seseorang dengan sahabatnya di dunia maya ya bang? dan seseorang itu masih menanti sahabatnya utk kembali…
    bener ga jawaban ane kali ini bang? wekekeke  
    Suka
    Hapus | Balas |
  • 21 February 2011 00:29:29
    Akulah Mayat Sang Gagak
    Yang ditimpa belati bertubi-tubi dari tiga penjuru mata angin
    Dan aku tak kan patah.
    Di sini, di sana, dimana saja
    Aku kan tetap mengepak
    Dan kau…. adalah sayap kiriku
    Suka
    Hapus | Balas |
  • 21 February 2011 00:41:32
    Opik + EA: sebenarnya puisi ini say tulis tahun 2008. tapi relevan dgn situasi sekarang. itulah seni. inspiratif tak kenal jaman
    Suka
    Hapus | Balas |
  • 21 February 2011 01:31:05
    Tahun 2008?
    Hmmm tambah satu lagi. Berarti rocker ini seorang penyair juga ya.
    Suka
    Hapus | Balas |
  • 21 February 2011 01:34:01
    Kalo gak bisa nyair, mana bisa bikin lagu bagus pak? wekekekekeke
    Suka
    Hapus | Balas |
  • 21 February 2011 02:08:30
    Dalam nulis lagu, sayangnya saya kesulitan pakai bahasa Indonesia. Teks lagu saya yang paling bagus, saya rasa justru di lagu yang berbahasa Inggris. Itu mengapa kadang saya bikin dua versi, lalu saya suruh pilih anggota band.
    ahhhhhh
    Suka
    Hapus | Balas |
  • 21 February 2011 02:09:19
    Hehe..betol betol. Gimana mau bikin sairnya ya. Sip
    Suka
    Hapus | Balas |
  • 21 February 2011 11:42:19
    Rockstar… iya
    Penulis… juga
    Penyair… iya juga
    wah…wah…
    betul-betul abang satu ini… pasti dulunya pemenang kontes Indeonesia Mencari Batak… wekekekekeke   
    Suka
    Hapus | Balas |



Artikel Yang Berhubungan Badan:


0 Response to "Sang Gagak"

Posting Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme