SEPAK TERJANG PEREMPUAN PEREMPUAN 'GILA' ITU

Salam - Traktor Lubis




Eitsss.... jangan ngamuk dulu. 'Gila' yang kumaksud disini adalah gila yang seperti panggilan Ronald Weasley pada Luna Lovegood dan Dumbledore. Tau kan maksudku. Gila yang positif, cool. Ngocol Abis tapi briliant kreatif.

Rajin dan ulet serta hehehehehe luar biasa deh.

Perhelatan Fiksi Kolaborasi yang dimulai pukul 20.00 WIB malam nanti dijamin akan men FIKSI kan seluruh TER TER Kompasiana. Saya pribadi menyayangkan mulai pukul 20.00 WIB ini, kenapa tidak mulai dari jam 8 pagi, biar satu harian Kompasiana dibajak Fiksi.

Sebenarnya menulis fiksi itu yang paling saya suka. Memainkan imajinasi sendiri yang sarat dengan opini, filsafat dan lain sebagainya yang datang dari renungan, pemikiran sendiri.

Sempat beberapa hari yang lalu saya mencoba menuliskan reportase. Berita berita di Jepang dan Bom Kayu. Terus terang, untuk menjaga tetap eksis di Kompasiana.

Nah, susah menuliskan reportase, karena ternyata ada wartawan senior dari bogor yang menuntut hasil reportase anda. Sempat beradu argumen sangat lama dan meletihkan. Saya bertahan bahwa reportase saya adalah hasil penelitian perpustakaan. Jadi, dengan tidak langsung saya mengumpulkan berita berita yang ada di koran koran, TV dan situs situs berita di Internet, kemudian saya sarikan saya rangkum, menjadi sebuah reportase tentang Utan Kayu yang sempat HL di Kompasiana.

Bahkan menurut wartawan tersebut, tulisan saya dicabut dari HL gara gara gugatan dia di reportase dia yang dia anggap semacam 'kutip tanpa permisi'.

Namun yang saya sayangkan. Bagaimana mungkin kita bisa memberitakan sesuatu secara cepat dan nyata bila kita harus berada di lokasi kejadian. Gempa di Jepang misalnya. Apakah ada reporter yang nekat mau ke lokasi radio aktif? Dan untuk Kompasiana, adakah yang mau berkorban untuk itu. Ini berbeda dengan wartawan resmi dari Kompas atau Tempo yang sudah pasti ada honor-nya.

Lalu, saya menyambut baik sekali festival Fiksi Kolaborasi. Energi saya tidak terbuang sia sia untuk reportase memuakkan yang sebenarnya saya sangat tidak suka. Karena praktis disitu saya hanya mengerjakan tugas merangkum. Hati hati dalam memberi opini supaya pemberitaan tidak berisi asumsi pribadi.

Akhirnya kepada wartawan tersebut saya sarankan, semoga dia melakukan kritisi yang sama pada semua reportase, info gadget dll yang ada di HL. Bukan hanya kepada artikel saya. Dan saya juga akan menuliskan sumber sumber bila saya menulis repostase lagi. Dan thanks basa basi. Semoga gugutan beliau ini tidak mengecilkan hati para penulis pemula reportase di Kompasiana. Karena regenerasi itu perlu. Saya rasa ini menyentuh ke titik persoalan yang sebenarnya. Kemapanan yang terusik dengan munculnya tunas tunas baru yang ternyata.... wah, bisa bagus juga ya....!

Sempat juga saya menulis artikel musik. Ini termasuk keahliahan saya. Dua artikel musik saya yang saya pecah menjadi di 2 kolom: Atiek CB di Hiburan, Mariah Carey Keguguran di Kesehatan Ibu dan Anak.

Kedua-duanya diabaikan Admin, Terekomendasipun tidak. Dari segi kelengkapan data. Saya tidak meragukan sedikitpun. Sumber yang didapat juga terpercaya, saya tuliskan wawancara Mariah Carey dengan siapa. Nick Cannon dengan siapa. Dan salah seorang rekan lama Kompasianer membisiki saya... Artis Cewek jarang bisa menarik perhatian.

Ho ho.... saya teringat. Iron Maiden, Iwan Fals, Phil Collins memang cowok semua. Kalau saya membandingkan ke tulisan musik saya sebelumnya; Iron Maiden, Iwan Fals dan Phil Collins... ketiganya diganjar HL di halaman depan. Mungkin ada yang berpendapat, Atiek CB sudah tidak aktual lagi. Namun bagaimana dengan Iwan Fals yang juga belum mengeluarkan album?

Semoga ini tidak benar. Kita memang perlu membedakan sebuah tulisan, tapi itu seharusnya didasarkan tadi genre, kualitas dan nilai info yang ada pada tulisan tersebut. Aktual mungkin hanya perlu untuk tulisan yang bersifat berita aktual. Sangat jahat dan tidak betul, bila tulisan dinilai berdasarkan siapa penulisnya, Suku, Agama, Ras, apalagi gender. Tokoh tokoh perempuan seperti Cleopatra, Ken Dedes, Ratu Shima, Queen Elizabeth dsb, perlu sesekali dimunculkan ke depan. baik oleh penulis laki-laki maupun perempuan.

Celakanya saya lihat, penulis perempuan pun lebih suka mengangkat tentang sosok laki-laki. Saya jadi teringat pada JK. Rowling penulis Harry Potter saat akan merilis bukunya. Joanne Rowling itu sebenarnya namanya. Tapi pihak penerbit menginginkan nama yang lebih laki, atau paling tidak samar gender. Maka Rowling akhirnya mengambil nama neneknya Khatlen untuk nama tengah. Jadilah J.K. Rowling yang kita kenal sekarang.

Sebuah alasan yang tidak tepat kan? Buktinya Harry Potter bisa menjadi buku terlaris sepanjang sejarah penerbitan modern. Dan itu ditulis oleh perempuan. Bukan laki-laki.

Ini bukan juga perempuan lebih superior dalam hal penulisan dari laki-laki. Tapi lebih kepada kualitas penulisan, kualitas seseorang, kepintaran, cara berpikir dan lain sebagainya, tidak pernah dipengaruhi GENDER!

Tapi proses Reproduksi manusia ditentukan Gender. Ini tepat.

Nah, kembali ke Kolaborasi Fiksi besar besaran. Salut pada cewek cewek aktif di dunia Maya ini. Kalian adalah Maya. Maya itu feminim kan...? Good Job! Semoga Sukses.

Perempuan Indonesia, Maju terus..... Walau harus pakai kebaya, bukan alasan tidak bisa lari!

salam Per-MPU-an - Traktor Lubis
Artikel Yang Berhubungan Badan:


0 Response to "SEPAK TERJANG PEREMPUAN PEREMPUAN 'GILA' ITU"

Posting Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme