TRAKTOR LUBIS BICARA DI UNV BLOGERNAS TETANG ISLAM DAN TERORISME



1300472012398975961
Oleh: Traktor Lubis dan Erianto Anas

Lokasi: Inbox Facebook.  Peralatan: Traktor Lubis (laptop, infocus, laser),Erianto Anas (whiteboard, spidol) Asal: Traktor Lubis (Unv. Alam Baka), Erianto Anas(Unv. Blogernas) Produced by: FFK 2011
© www.traktor.co.cc and  www. blogernas.co.cc
.

.

Dalam sebuah acara temu ramah, di universitas Blogernas, tiba tiba saya disuruh berbicara, mengenai topik yang sedang hangat belakangan ini, Islam dan Terorisme.  Saya sebenarnya bingung mau ngomong apa, namun anak-anak Blogernas sudah menunggu dengan mulut sedikit terbuka (hihihihi0). Jadi, saya ambil laptop saya, saya nyalakan.  Saya tidak bawa charger, tetapi dengan modal tenaga baterai yang saya rasa masih bisa tahan 80 menit, saya akan berbicara di depan khalayak Blogernas.

Profesor Erianto Anas membantu menghubungkan laptop saya ke infocus.  Saya buka blog pribadi saya. Saya arahkan ke sebuah tulisan yang berjudul:

Sebenarnya postingan yang berupa rangkuman kejadian kejadian bom di sepanjang sejarah republik itu sudah pernah saya posting di Kompasiana. Namun karena kebanyakan berupa copas alias kutip sana kutip sini, yang saya rangkum menjadi artikel panjang sejak tahun 1962 – 2011 itu, yah apa boleh buat ternyata melanggar term anda condition, dan artikel tersebut dibredel kemarin. Seharusnya saya bisa menampilkan data data tersebut dari Kompasiana.  Namun demi kelancaran saya ngomong di depan publik, dengan terpaksa saya harus ke data yang masih terback up di blog saya.  Maaf atas ketidak nyamanan ini.
Nah, setelah membiarkan tulisan tersebut sekitar 10 menit terlihat di layar, saya bertanya pada publik.

"Sudah selesai dibaca? Anda bisa melihat sendiri. Bagaimana publik tidak menghubung-hubungkan Islam dengan Bom dan terorisme. Bagaimana mungkin publik tidak mengidentikkan Islam dengan Terorisme. Bagaimana mana mungkin Islam menjadi tidak jelek image-nya di mata dunia"

Saya tarik napas sebentar, lalu... "ehem... ehem... maaf suara saya agak serak" kata saya.

"Sebagian besar, pelaku aksi teroris dan BOM di Indonesia saja selalu dikaitkan dengan kelompok kelompok yang mengaku Islam. Baiklah, mungkin anda akan berkilah bahwa pelaku-pelaku itu sebenarnya bukan Islam, tetapi kelompok-kelompok yang sengaja menyudutkan Islam"

Saya mengarahkan laser petunjuk saya ke sebuah tayangan video di youtube tentang aksi bom terakhir di Indonesia.

"Namun, dalam dunia yang sudah semakin canggih ini. Bila dulu hanya surat kabar yang membawa informasi dari jauh. Sekarang internet, informasi sudah bisa diakses dalam bentuk audio dan visual. Tidak hanya di TV yang gampang disensor penguasa. Tapi di Internet.

Anda lihat sendiri, dalam membantai 'musuh-musuh' mereka, membunuh atau merusak, yang mereka teriakkan adalah identitas yang sangat Islam, "Alahu Akbar..."

Saya mengambil air mineral yang sudah disediakan panitia.

"Saya tahu anda akan memberikan sejuta alasan, bahkan tak heran bila ada yang lantas menuding kasus penyerangan dengan bom buku beberapa waktu terakhir ini adalah rekayasa,  Politik. Untuk menyudutkan Islam, dan memecah perhatian publik atas isu Wikileaks ttg SBY. Terus terang, susah untuk menentukan mana yang benar mana yang salah"

Saya memandang semua pendengar saya yang sangat antusias.

"Tapi publik akan melihat lagi ke belakang. Bom Bali, Bom Gereja, Bom Marriot, sampai Bom Borobudur. Semua pelakunya mengatas namakan Islam. Bahkan pelaku Bom Bali yang mati di eksekusi, acara penguburannya sudah seperti acara penguburan Pahlawan Revolusi di tahun 1965"

Saya mengarahkan laptop saya menampilkan gambar berikut:


13004734811212636088  
google - city image
Lalu saya lanjut omongan saya.






 
"Hal ini sebenarnya menyakitkan sebagian publik. Baik yang Islam maupun non Islam. Bagi umat Islam yang tidak merasa bahwa Islam itu anarkis, akan merasa sangat sakit dituding begitu. Namun bagi yang Anarkis, semakin banyak yang mati malah semakin bagus. Jadi, susah juga bila ingin membersihkan kesan kesan Bomber da teroris secara umum dari Islam"

Tanpa menunggu, saya lanjutkan,

"Dan menurut saya, hal ini hanya bisa dilakukan oleh Umat Islam sendiri. Kalau umat Islamnya permisif atau no problem dengan imej seperti itu, yah apa boleh buat. Tahun tahun ke depan pun Islam tetap akan dianggap sebagai agama yang Anarkis. Agama yang penuh dengan bom. Walau sebenarnya tidak seperti itu. Tapi anggapan dunia seperti itu"

"Anda bisa perhatikan" Saya klik remote di tangan saya untuk menampilkan rincihan yang sudah saya buat sebagai berikut:

  • Bandingkan jumlah pelaku Bom bunuh diri yang mengatasnamakan Kristen, Hindu atau Buddha dengan Islam.
  • Bandingkan jumlah pelaku pembunuhan brutal yang mengatasnamakan Kristen, Hindu atau Buddha dengan Islam.
  • Bandingkan banyaknya aksi premanisme yang mengatasnamakan Kristen, Hindu atau Buddha dengan Islam.
Saya melanjutkan setalah merasa audience saya sudah menyimak semua rincihan sederhana tersebut.

"Bukan hanya di Indonesia. Tapi bandingkan secara Global. Hanya umat Islam yang bisa menghapus Imej ini. Namun celakanya, umat Islam yang berniat membersihkan nama Islam juga sering kena Bom"

Lalu saya berpaling pada prof Erianto Anas yang sejak tadi sudah manggut mangut seperti perkutut.

“Prof. EA, selain JIL, BNN, ternyata Ahmad Dhani juga dikirimin bom buku. Menurut mas, kira kira apa yang membuat Ahmad Dhani mendapat kehormatan kirim bom tersebut?”

Tanpa menunggu lama, beliau langsung menanggapi.

“Prediksi saya karena Ahmad Dhani pemahaman Keislamannya juga tidak mainstream. Setidaknya itu tergambar dari lirik lagu-lagunya. Dan dulu kalau tidak salah dia juga pernah dikritik kelompok Islam Fanatik soal logo DEWA yang dijadikan lantai pentas dia manggung. Tapi oleh yang mengkiritik ini dinilai itu penghinaan terhadap simbol-simbol keislaman. Dan Dhani pun termasuk sosok publik vigur dari kalangan artis/musisi. Jadi empuk dijadikan sasaran perahtian publik (ini jika ditinjau dari sisi kemungkinan adanya trik politik)” demikian dijelaskan Profesor Erianto Anas.  Sekedar info, Prof. adalah seorang yang mengagumi sepak terjang Ahmad Dhani.

Saya kembali melemparkan pancingan

“Menurut anda, kesalahan ada di Dhani atau di pihak yang usil?”

Dan Profesor menjawab seperti ini:

““Bagi saya dipihak yang usil. Saya pribadi malah salut dengan Dhani. Dia benar-benar seorang seniman musik yang cerdas. Kreatif. Termasuk dalam pemilihan simbol atau icon-icon segala atribut visual group bandnya. ”

Lalu saya tanggapi begini:

“Kemudian begini. Saya kira ini mencakup keseluruhan. Mengapa selalu dalam kasus Bom ini dikaitkan dengan Islam. Contoh, Bom Bali, Bom Mariot. Bahkan di Jaman Orde Baru Bom Borobudur, selalu yang dituding Islam…..”

Dan Profesor EA seperti berguman,

“Ya itulah skenario politik Saya melihatnya seperti jejaring semiotika politik. Jejaring citra dan posrealitas politik”"






Lalu profesor melangkah ke white bord di sebelah kanan layar.  Menuliskan beberapa point sebegai berikut:
  • Pertama, umat islam kan sentimen keagamaannya kan tinggi.
  • Kedua, digunakan itu sebagai modal oleh para politikus. Disinggung bisulnya sentimen emosional keagamaannya.
  • Ketiga, umat Islam jadi mengamuk.
  • Keempat, pemerintah meredakannya.
  • Kelima, pemerintah jadi pahlawan dan dapat pencitraan dimata publik.”
Dan, saat itu waktu saya segera berakhir.  Panitia Blogernas sudah memberikan kode dengan memalangkan telapak tangan kiri di atas telapak tangan kanan yang mengarah ke atas.  Kode bahwa sudah hampir time up.

Maka saya menutup pembicaraan kemarin itu dengan kalimat penutup berikut:

"Saya pribadi merasa setuju dengan pandangan Erianto Anas secara keseluruhan.  Walau ada beberapa point yang seperti saya singgung sebelumnya, yang masih bisa diperdebatkan atau dibicarakan... Namun waktu sudah tak memungkinkan lagi.  Terima kasih pada semua warga Blogernas yang sudah bersedia mendengarkan saya. Selamat sore... silahkan dimakan snack nya.  Tempe Gorengnya juga jangan diangurin.  Bila ada pertanyaan silahkan kita bahas di lain waktu.  Akhirnya izinkanlah sata pamit.  Sekali lagi terima kasih pada semua pihak, pak Prof. EA yang sudah sangat banyak membantu, juga panitia acara yang manis manis... Dan jangan lupa VOTE bila anda merasa pembicaraan saya ini menarik, inspiratif, bermanfaat atau aktual.  Apa saja deh... hehehehe"

Saya melambai kepada publik.  Beberapa peserta mengejar saya untuk minta uang saku... Lah, kecele saya, saya kira minta tanda tangan.  Beberapa malah ada yang mau minjam Traktor sebagai kendaraan jalan jalan sore... Walah, bagaimana ini... Ah, udah ah... saya pamit dulu.

1300472658666456617

Semoga Semua Mahluk Berbahagia
Terima kasih sudah menyimak,

Atas nama Traktor Lubis dan Erianto Anas.

Salam damai, mari kita sama sama menghargai manusia sebagai manusia

13004726841374996176

No. 129. Traktor Lubis - Erianto Anas (Duet Iblis - Saiton)
UNTUK MEMBACA TULISAN PARA PESERTA FFK YANG LAIN MAKA DIPERSILAKAN MENGUNJUNGI BLOG KF sbb: KampungFiksi@Kompasiana




Salam - Traktor Lubis
Artikel Yang Berhubungan Badan:


5 Response to "TRAKTOR LUBIS BICARA DI UNV BLOGERNAS TETANG ISLAM DAN TERORISME"

  1. Hahahaha....dasar kreativ-editor.
    Sip, luncurkan!

    Eh sebelum dipluncurkan, ini ada yang keliru penggabungannya, antara omongan saya dengan mas Lubis menyatu. Dipisahkan dulu. Lihat nih saya bedakan dengan bold adalah komentar saya:

    “Bagi saya dipihak yang usil. Saya pribadi malah salut dengan Dhani. Dia benar-benar seorang seniman musik yang cerdas. Kreatif. Termasuk dalam pemilihan simbol atau icon-icon segala atribut visual group bandnya. Kemudian begini. Saya kira ini mencakup keseluruhan. Mengapa selalu dalam kasus Bom ini dikaitkan dengan Islam. Contoh, Bom Bali, Bom Mariot. Bahkan di Jaman Orde Baru Bom Borobudur, selalu yang dituding Islam….. Ya itulah skenario politik Saya melihatnya seperti jejaring semiotika politik. Jejaring citra dan posrealitas politik"

    Traktor says:

    oke bos.... langsung di edit

    Est says:

    Bagus banget tulisannya. Itu gambar pemakaman Amrozi ya? Waktu keluar dari ruang eksekusi kan udah dikafanin dan nggak dikasih lihat mayatnya untuk benar2 tau yang dikafanin adalah Amrozi. Jangan2 gelandangan yang udah mati dimatikan. Amrozi nya masih hidup, disembunyikan suatu tempat.

    Traktor says:

    Est: betul.... hahahaha, teori yang masuk akal

Posting Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme