HAPUS SEMUA TULISAN DI KOMPASIANA





Belajar dari banyak hal. Bahwa satu kemelekatan membawa satu kesengsaraan. Satu kemelekatan berarti satu penderitaan. Saya melekat ke Kompasiana. Saya melekat pada semua tulisan tulisan saya di Kompasiana. Saya melekat pada komen komen di Kompasiaana. Saya melekat pada nikmatnya HL dan ter ter di Kompasiana.

Saya lepaskan itu semua.

Saya menghapus semua tulisan saya di kompasiana, dan hanya menyisahkan tulisan saya untuk hari ini saja. Bagi anda yang benar benar tertarik pada saya, anda bisa berkunjung ke Blog pribadi saya.

Bagi tulisan tulisan bombastis yang masih juga membahas saya, anda berhak bersuara. Saya berhak beraksi.

Semoga keputusan ini tidak melanggar term and condition. Pengalaman adalah pelajaran paling berharga. Saya belajar banyak dari teman yang akunnya sudah dibredel. Punya tulisan segudang di sini, tapi tidak punya akses untuk tulisan tersebut. Saya tidak mau hal tersebut terjadi pada saya.

Salam tidak melekat - semua Ter Ter semua HL itu saya hargai. Tapi saya lebih memilih untuk tidak terus melekat paa hal hal itu.

Salam - Traktor Lubis
Artikel Yang Berhubungan Badan:


5 Response to "HAPUS SEMUA TULISAN DI KOMPASIANA"

  1. Singgih Swasono says:

    Bung saya hargai pelepasan tulisan2 yang 'melekat' pada blog kompasiana, semua akan ada hikmahnya, monggo.
    saya tetap mengharap postingan Bung TL di kompasiana mungkin kalau di rate yang suka dengan gaya tulisan bung TL lebih banyak,
    kenapa pakai kata mungkin? ya saya tidak tahu cara buat rate-nya, saya gaptek jadi dasarnya apa? dari tanggapan2 dan voting yang saya lihat, tapi tidak saya hitung, kalau begitu kamu ngarang yaa, eit..Bung, saya jangan disuruh ngitung, nilai matematika saya sering MERAH hahaha....
    pesan dari wong jowo kowek 'ngono ya ngono tapi aja kaya ngono' lan 'aja tinggal glanggang colong mlayu' artinya apa ini? sangat dalam maknanya...saya belum sampai ilmunya, kalau tidak berkenan di del bae...
    saya tetap menunggu postingan Bung...
    "kata terperangkap kata"

    salam damai

    Singgih Swasono says:

    ADDENDUM KOMENTAR: Lupa lupa saya lupa..tadi setelah klik kompasiana ada tag poto pakai kacamata renang dari tadi siang saya kalau lihat pasti ketawa..jadi saya sekarang mau posting komentar bahwa saya ketawa hahahahahahahahaaaa... terimakasih Bung potone menghibur saya

    Traktor says:

    Saya tetap posting di Kompasiana mas... Hanya cuman saya biarkan 1 - 2 hari saja. Setelah itu saya hapus.

    jaturampe says:

    Oh ya? dihapus?wah lama saya tidak absen di kompasiana. Oh ya mas Traktor, berarti itu model penyajian (tulis hapus) gaya baru ya?hehee, mungkin mas Traktor mau sedikit membocorkan maksudnya, hehee,
    tapi apapun alasannya itu unik, hehehe

    Traktor says:

    Juru Tempe:
    Intinya di pelepasan. Lepaskan semua. Kompasiana bukan rumah saya, rumah saya di sini. Di Kompasiana hanya numpang kan?....

    Saya melihat akun EA yang I, kasihan banget, artikelnya masih banyak di sana, tapi EA nya tidak bisa akses dan mengatur tulisan tulisannya itu.

    Jadi gimana dong? Saya sendiri ngeri saja. Bagaimana kalau seandainya saya di banned juga di sana?.... apakah saya bisa menghapus tulisan tulisan saya?

    Kemudian, ambil hikmahnya. Walaupun banyak Ter Ter saya disitu, HL juga hampir tiap minggi ada. Tapi itu semua tidak ada artinya. Hanya embel embel. Saya puas menulis, Thanks kalo dibaca, makasih kalo di vote, makasih juga kalau di HL.

    Dengan begini, saya bisa lebih konsen di Blog saya dan mudah mudahan pengunjung ke sini naik terus.

    Itu tandanya tulisan saya diburu orang di sana.

Posting Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme