SAUR SEPUH - SATRIA MADANGKARA

1299744709718868089

Kalau Anda berniat mendengarkan Saur Sepuh tanpa membaca isi tulisan ini, silahkan langsung klik tombol play di bawah:


SAUR SEPUH  dalam episode SATRIA MADANGKARA

.

Bagian I


.

Bagian II


.

Bagian III


.

Bagian IV


129974480314418620

Mukadimah


Ini kejadian di tahun 80-an. Waktu itu saya masih SD, entah kelas berapa, lupa. Di SD Negri tempat saya bersekolah ini , saya masuk siang. Jadi cukup cukup mengesalkan. Yang paling membuat saya kesal adalah saya tidak bisa mendengarkan radio SW yang memutar Saur Sepuh, sandiwara radio yang jadi topik pembicaraan di mana mana. Soalnya mainnya jam 4 Sore. Dan saya hanya sesekali diijinkan dengan curi curi, dengar radio jam 11 malam, karena sandiwara tersebut di re-run pada malam hari.

Tentu saja, bukan itu alasan yang saya sampaikan ke Ibu sewaktu saya merengek rengek setiap hari minta dipindahkan ke kelas pagi. Sampai akhirnya Ibu dan bu guru berbaik hati memindahkan saya ke kelas pagi. Hahahaha… Kalau mengingat masa itu, salah satu moment yang paling indah.

Saya tidak tahu ini ada kaitannya atau tidak. Tapi saya memang suka sejarah. Entah Saur Sepuh yang membuat saya menjadi suka pelajaran sejarah, atau sebaliknya, karena kesukaan saya dengan sejarah, maka saya suka dengar Saur Sepuh.

Sandiwara Radio ini menurut saya memang fenomenal. Kisah kesatria yang sarat dengan pesan moral, berpadu apik dengan latar belakang sejarah Majapahit yang kesohor. Sejarah yang disisipi di dalamnya juga sangat sangat enak untuk disimak. Tidak seperti teks di buku pelajaran. Namun saya bisa melihat garis merah yang menguhungkan fiksi yang dasarnya dari kehidupan ini dengan sejarah beneran tentang Majapahit.

Ada 2 peristiwa sejarah yang ada di kisah Saur Sepuh ini. Yang pertama adalah peristiwa Bubat. Yang kedua perebutan kekuasaan anatara Bre Wirabumi (anak selir Hayam Wuruk) dengan Wikramawardhana (menantu Hayam Wuruk yang mewarisi tahta Majapahit).

Dan secara tidak kebetulan (karena pasti disengaja Niki Kosasih – penulis naskah) rombongan dari kerajaan Madangkara terlibat secara tidak langsung pada kedua peristiwa itu.


Brahma Kumbara

Dia adalah tokoh sentral dari keseluruhan cerita. Pada awalnya dia adalah seorang anak desa biasa (mirip pak Harto ya…) yang harus tercerai dari ibunya yang janda karena huru hara di dusunnya. Secara tidak sengaja pula, Brahma Kumbara bocah ini akhirnya bisa diselamatkan seorang kakek sakti yang kemudian menjadi gurunya, Kakek Astagina.

Janda ibu Brahma sendiri akhirnya menikah dengan petinggi dari kerajaan Kuntala, yang pada saat itu menguasai/menjajah kerajaan Madangkara. Dari pernikahan ini lahirlah Mantili si Pedang Setan, yang merupakan adik tiri Brahma Kumbara lain ayah.

Dalam satu episode, kalau tidak salah yang berjudul Darah Biru, kemudian diungkapkan fakta fakta, bahwa Brahma Kumbara adalah pewaris tahtah yang sah atas kerajaan Madangkara. Ayahnya mati saat serangan Kuntala, dan dia beserta ibunya harus melarikan diri dan bersembunyi di dusun itu.

Kondisi untuk menciptakan pahlawan sudah tercipta secara sempurna. Anak muda berbakat besar, tampan, pintar, dan sedang menderita, karena dizolimi penjajah. Gemblengan datang dari guru sakti kakeknya sendiri, Kakek Astagina. Selain ilmu ilmu kanuragan dan silat, Brahma juga dididik tentang kehidupan itu sendiri sebagai bakal untuk menjadi raja yang bijaksana.

Singkat cerita, kesaktian Bahma Kumbara mulai membentuk kharisma pada sosok ‘satria piningit’ ini. Brahma kemudian mulai melakukan kegiatan kegiatan politik dengan bantuan banyak teman temannya serta adik tirinya Mantili, juga Gutawa, yang kelak menjadi suami Mantili dan Patih di Kerajaan Madangkara.

Kuntala kalah, Madangkara berdaulat kembali.

Disinilah muncul Gardika, seorang kuntala sakti yang berambisi memulihkan kedaulatan Kerajaan Kuntala. Stereotif antagonis, Gardika digambarkan jahat, keji, memuakkan, moral busuk namun teramat sakti. Pada waktu itu andalan Brahma Kumbara hanya ilmu ilmu kanuragan ajian Tapak Saketi, ajian Gelang Gelang, dan ajian Bayu Bajra.

Seperti anak muda film India, Brahma Kumbara hampir tewa dihajar Gardika yang memakai Ajian Serat Jiwa. Lalu muncul burung Rajawali raksasa (seperti Yoko) yang menyelamatkan Brahma dan membawanya ke tempat dimana ditemukan kitab asli Ajian Serat Jiwa. Dan secara mengejutkan pula, ternyata ajian ajian yang dipelajari Brahma dari Kakek Astagina, ternyata adalah bagian dari Ajian Serat Jiwa.

Sampai kemudian seperti yang diharapkan pendengar, Gardika tewas menjadi tepung, setelah dihajar Ajian Serat Jiwa tingkat paling tinggi (10) oleh Brahma Kumbara.


Mantili

Mantili adalah adik tiri Brahma Kumbara. Sebagai bangsawan di Kerajaan Madangkara yang saat itu dikuasai Kerajaan Kuntala, apalagi ayahnya yang pembesar penjajah, Mantili tumbuh menjadi putri yang cantik jelita, namun juga sangat sadis dan sangat sangat urakan, darah tinggian.

Patah hati dengan Raden Sambah, kekasihnya yang sebenarnya sangat dicintainya. Mantili menjadi liar tak terkendali. Pada fase inilah muncul sebutan Mantili si Pedang Setan. Pedang yang bisa mengeluarkan uap asap beracun yang memabukkan lawan lawannya.

Keliaran Mantili ini akhirnya bisa dikendalikan setelah dia berkenalan dengan kakak tirinya, Brahma kumbara. Kebijaksanaan Brahma menular ke adik perempuan yang sangat disayanginya ini. Disini pula Patih Gutawa mendekati Mantili dengan cinta. Sampai akhirnya Gutawa berhasil mendapatkan cinta Mantili yang sudah sebelumnya dirampas Raden Sambah.

Mantili sangat membenci Lasmini. Menurut Mantili, Lasmini adalah perempuan jahat tak bermoral, kalaupun bermoral maka moralnya bejat. Setengah pelacur, karena bersedia tidur dengan laki-laki mana saja, asal laki-laki itu tampan atau kaya.

Karakter Mantili kadang sebagai penyelamat pada bosannya saya mendengar petuah petuah bijak dari Brahma Kumbara. Sikap Mantili yang pada dasarnya baik dan kesatria (membela kebenaran, menegakkan keadilan) ditunjukkan sangat sangat manusiawi. Memiliki emosi dan hehehehe Ciatttt Ciaaaaat nya itu bikin gak tahan.


Lasmini

Awal mula Lasmini muncul di serial ini adalah pada saat Konflik yang mengarah ke Perang Saudara di Majapahit setelah Hayam Wuruk turun tahta. Hayam Wuruk menyerahkan tahta pada putri sulungnya dari prameswari/permaisuri yaitu Kusumawhardani. Sementara putra Hayam Wuruk dari selir, Bre Wirabumi menjadi penguasa di Pamotan. Semacam kerajaan di dalam kerajaan.

Lasmini muncul saat rombongan dari Madangkara, Brahma Kumbara, Mantili, Dewi Harnum dan Patih Gutawa, bergerak ke Majapahit untuk membalas surat surat yang memintah dukungan serta bersekutu dari konflik antara Wikramawhardana (Majapahit) dengan Wirabumi (Pamotan). Lasmini adalah kekasih seorang hulubalang Pamotan.

Kekasih Lasmini tewas dalam bentrokan dengan Brahma Kumbara. Pada saat itu Hulubalang Pamotan ini menghalangi perjalanan Brahma Kumbara yang menyamar menjadi rakyat biasa yang hendak menemui Wirabumi. Lasmini sakit hati dan menjadi dendam. Serta bertekat membunuh Brahma Kumbara.

Pada saat inilah Lasmini mencaci Mantili. Dan Mantili mencaci Lasmini.

Brahma yang sedang bertempur dengan Lasmini ditonton Mantili.

“Perempuan macma apa itu? Gerakannya bukan gerakan berkelahi. Dia sedang memancing birahi lawannya….”

Sementara Lasmini yang membabi buta, merasa bahwa Brahma Kumbara tidak mempan dengan ilmu silat berbau sexnya, menjadi jatuh cinta pada Brahma. Saat Brahma menjatuhkan Lasmini.

“Kau tidak apa apa?” tanya Brahma.

“Aku tidak apa apa. Tapi hatiku justru berdebar ….” Kata Lasmini yang lemah di depan Brahma.

“Luka dalam?”

Tidak…kamu terlalu mempesona untuk menjadi musuhku…” cuit cuitt….

Mantili yang menonton mencak mencak.

“Kurang ajar! Apa maunya perempuan itu…KAKANG BRAHMA! BUNUH SAJA DIA!”

“Siapa dia?” Lasmini tiba tiba sembuh.

“Adikku…”

“Suatu saat aku akan membunuh dia. Juga kamu!”

Begitulah awal mula perseteruan antara Lasmini dengan Mantili. Serta dengan Brahma Kumbara. Sampai nanti berlanjut ke anak tiri Brahma Kumbara, Raden Bentar.

Lasmini sendiri adalah sosok yang malang yang sebenarnya patut dikasihani. Beberapa kali wanita ini mengalami nasib pahit yang akhirnya membentuk karakternya seperti itu. Diantaranya Lasmini diceritakan beberapa kali diperkosa. Bahkan pada satu cerita digambarkan Lasmini diperkosa ditaklukkan dan kemudian di buang ke jurang. Yang akhirnya diselamatkan Nenek Gunung Lawu. Seorang nenek sakti yang ternyata punya hubungan juga dengan Kakek Astagina gurunya Brahma Kumbara.

Dari nenek Gunung Lawu, Lasmini mendapatkan ajian Cipta Dewa yang merupakan olahan dari intisari dari ajian serat jiwa. Pada saat itu Brahma Kumbara sudah menguasai ajian Lampah Lumpuh yang berhasil mengalahkan ajian Wraringin Sunsang milik musuhnya Panembahan Gunung Saba. Disebut sebut bahwa Ajian Cipta Dewa adalah perpaduan inti sari dari ajian Serat Jiwa dan Ajian Waringin Sunsang. Dan adalah ilmu yang bisa mengalahkan ajian Lampah Lumpuh milik Brahma Kumbara.

Namun dalam kisah tersebut, sisi baik Lasmini muncul. Dia tidak pernah menggunakan ajian tersebut untuk membunuh Brahma Kumbara atau Mantili. Justru di akhir kisah Lasmini mulai menggaet Raden Bentar, anak tiri Brahma Kumbara.


Lain-Lain

Brama pernah mencintai seorang wanita. Kisah cinta ini muncul dalam episode berjudul Bara di Bumi Ankara, dimana dalam perjalanannya di Ankara, Brama jatuh cinta dengan seorang putri raja bernama Putri Doria.Cinta pertamanya itu terbunuh dalam sebuah pertempuran.

Sosok Brama yang gagah, tampan, dan karismatik banyak menarik perhatian wanita, termasuk Lasmini yang pada akhirnya menjadi musuh bebuyutannya. Di antaranya yang akhirnya berhasil mengambil hatinya adalah sosok Dewi Harnum. Dewi Harnum hampir selalu menjadi pendamping Brama dalam perjalanannya. Dia juga yang menjadi satu-satunya saksi pertarungan dahsyat Ajian Serat Jiwa tingkat 10 melawan Ajian Serat Jiwa tingkat 10 antara Brama dengan Gardika (musuh bebuyutan Brama).

Namun kemudian Brama dan Harnum bertemu dengan Paramita, seorang janda beranak 2 (Raden Bentar dan Garnis) yang juga menaruh hati kepada Brama Kumbara. Harnum kemudian bersahabat erat dengan Paramita. Dan ketika Brama kemudian menyunting Harnum, Harnum setuju dengan satu syarat jika Brama juga menyunting Paramita.

Karakter Karakter
  • Brama Kumbara (suara diisi oleh Ferry Fadli): Raja Madangkara, kakak dari gusti putri Dewi Mantili, Beristrikan Dewi Harnum, Paramitha. Murid dari Ki Astagina. Brama Kumbara memiliki ajian gelang-gelang, Serat Jiwa, Ajian Waringin sungsang, Ilmu Ciptadewa. Brama Kumbara Diperankan oleh Fendi pradana.
  • Mantili (suara diisi oleh Elly Ermawati): Adik dari Brama Kumbara, mempunyai pedang setan dan pedang perak. Pedang setan akan mengeluarkan asap beracun sementara pedang perak mampu membutakan mata. Mantili mempunyai musuh bebuyutan yaitu Lasmini, wanita sundal yang mengumbar cinta dimana-mana.
  • Dewi Harnum : (aneke putri)Istri pertama Brama Kumbara
  • Paramita (suara diisi oleh Maria Oentoe) : Istri kedua Brama Kumbara
  • Raden Samba
  • Lasmini (suara diisi oleh Ivonne Rose): Perempuan penggoda, yang menebar cinta dimana-mana. Mempunyai Ilmu Cipta Dewa yang mampu mengalahkan mantili dalam duel berdua. Lasmini menyimpan dendam membara pada Brama Kumbara karena cintaya yang tidak terbalaskan. Diperankan oleh murti sari dewi.
  • Bongkeng (suara diisi oleh Bahar Mario)
  • Merit (suara diisi Mario Kulon)
  • Patih Gotawa (suara diisi oleh hengki tornado): Suami Mantili
  • Raden Bentar (suara diisi oleh hengki tornado): Putra Senopati Sadeng dan Dewi Paramitha sekaligus anak tiri dari Brama Kumbara. Raden Bentar merupakan generasi kedua Saur sepuh setelah Brama Kumbara dan Mantili bertapa disuatu tempat.
  • Garnis Waningyun (suara diisi oleh Anna Sambayon): Kakak kandung Raden Bentar. Kelak ia bahu membahu dengan raden Bentar untuk mempertahankan Madangkara dari gerogotan orang-orang Kuntala.
  • Raden Wanapati : Putra Mahkota Madangkara yang menggantikan Brama Kumbara. Dibawah kendali Wanapati, Madangkara banyak bergejolak, ketidak puasaan akan kepemimpinan kaum muda yang emosional di tentang oleh kaum-kaum tua yang telah berjasa pada Madangkara.

Menarik
Setiap nonton Doraemon, saya pasti teringat Lasmini. Ivonne Rose yang mengisi suara di Sandiwara radio beken ini adlaah juga pengisi suara untuk Nobita di kartun Doraemon. Bayangkan, dari peran wanita setengah sundal, menjadi anak kecil yang innocent. Hebat!



Selamat Bernostalgia

Salam - Traktor Lubis
Artikel Yang Berhubungan Badan:


0 Response to "SAUR SEPUH - SATRIA MADANGKARA"

Poskan Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme