Tampilkan postingan dengan label Syair. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syair. Tampilkan semua postingan
Gusi Bengkak, Kepala Sakit
Kalau sudah begitu. Makan tak enak, tidur tak bisa. Semuanya mandeg.
Makan apa yah enaknya?
Baca selengkapnya..
AJALKU SUDAH DEKAT, TOK! SIAPA YANG MENGETUK PINTU? GARUK GARUK LALU MATI
4 Puisi pendek dalam permainan warna. Semoga bermakna. Thanks....
1. AJALKU SUDAH DEKAT

2. TOK

3. SIAPA YANG MENGETUK PINTU?

4. GARUK GARUK, HABIS ITU MATI

Baca selengkapnya..
1. AJALKU SUDAH DEKAT
2. TOK
3. SIAPA YANG MENGETUK PINTU?
4. GARUK GARUK, HABIS ITU MATI
Baca selengkapnya..
TEGUH
Denting dawai dawai yang menggema
Nada sumbang mencabik
Ingatan ingatan itu
Aku terhempas lagi
Ada kerinduan teramat dalam
Jurang tak terdaki
Walau hujan turun
Salah... semua ini salah
Cinta yang berdarah
Hasrat bernanah
Kubur saja aku
Tak usah kau sapa lagi
Jumpa berpaling muka
Masam
Lukakah tlah sembuh
Entah lukamu
Mengapa kita yang saling cinta akhirnya harus saling luka?
Saling menuding hidung pada akhir
Kau yang begitu, kau yang begini!
Aku begini, kau begitu!
Adakah lagi pertanyaan?
Terima kasih sudah menyampaikan kabar tentangku
Walau sudah tak ada
Walau sudah harus tak ada!
Mengapa harus ada jemu, bila setelah jauh
Setelah aku tercampak
Setelah kau melayang
Mengapa ingatan itu datang?
Butir butir kopi
Sudah kau campur dengan arang
Tak lagi murni
Tak lagi merangsang
Aku merindu
Entah denganmu....
BATAS BUMI (EARTHBOUND)
Seorang teman dulu mati
Seorang teman lain datang
Seorang teman mulai berpaling
Seorang teman menghilang
tapi tak mati
Hujan tak selalu datang di musim kemarau
Angin juga berhembus seadanya saja
Walau hutan masih tetap saja hijau
beringas kota sudah menggerogotinya
Ribuan hitam berarak
Ribuan desing mesin menyanyi
menyayat hati
Pertama cinta
saat kau hilang tangis kan pecah
Pertama cinta
Saat kau hina .... luka
Gajah gajah itu
rembulan tergigit itu
darah beku itu
ini dan itu
Lahirlah
sakitlah
tualah
matilah
Adakah sakit lagi setelah mati?
Seperti tangis yang mengantar
sosok pucat mulai busuk
membeku menyambut
tanah
Kau yang tahu cinta
sayangi cinta dengan kata kata indah
sayangi cinta dengan segala cinta
Akhiri cinta bila sudah waktunya
semoga bebas ikatan
semoga lepas ikatan
yang mungkin membekas
dari masa lalumu yang kelam
Namun sepatah ucapan yang hina
Bisa hancurkan semua
Biar kuhisap asap ini
Biar kering dada ini
Biar biar biarlah
Gelas gelas akan pecah
Dunia kelam, malam mencengkram
Dada terhantam
tak ada tentram
Gelap tak selamanya
Demikian juga terang
Amarah musuh bangkitkan gairah
Hinaan musuh bangkitkan marah
Amarah kekasih hadirkan tangis
hinaan kekasih padamkan asa
Cemooh kekasih....
Earthbound!
AKU MALAIKAT, AKU TERORIS!
Jumat, 15 April 2011
11.07
Diposting oleh
traktor
,
4 Comments
Label: Inspirasi , Syair , Tuhan dan Iblis
Label: Inspirasi , Syair , Tuhan dan Iblis
Pahit di bibir
merah di mata
sulit untuk aku mengakui
namun sayapku sudah terlalu lama tertutup
Inilah pengakuanku,
Akulah malaikat itu....
Begitulah kawan
dalam kesenangan dunia yang kujalani
aku menekuk sayap sayapku
aku terpesona akan nikmat yang diberikanNya
Aku benci manusia
mengapa mereka menerima semua kepingan surga
yang bahkan di surga sudah mulai tak ada?
Aku menggigit bibir
aku mengambil senjata
aku berubah
Inipengakuanku yang kedua
Akulah teroris itu
dalam kelemahanku sebagai malaikat
aku tak tahu apa itu dosa
Tuhan tak memberiku pengetahuan itu
Kau Manusia! kau yang tahu apa itu dosa
Aku hanya membunuhi beberapa diantaramu
kadang ribuan
Aku malaikat, yang akan diterimanya di sisinya kapan saja
Walau aku membunuhimu malam ini!
Bersiaplah untuk mati
Aku punya beberapa bom baru untukmu
Baca selengkapnya..
Air Mata
Bila waktuku tiba
Kuharap kita bisa bersama
Menyatu lagi dalam tawa
Bukan tangis yang memuakkan ini!
Salam - Traktor Lubis
FFK: BIRAHI, ANUGERAH SANG ALAM
Selembut rembulan,
Hasratmu menyembul di antara bukit-lembahmu,
Membawaku mengapung di langit malam.
Sepanas mentari,
Kau bakar nafsuku dengan getaranmu
Aku meregang,
Aku menegang.
Bagai tsunami,
Gelombang cintamu menggulung jiwaku,
Menghempas, lalu habislah aku kau tebas.
Sedahsyat badai,
Lidahmu menyapu tubuhku,
Mengayunkan ragaku, hingga lolos tulangku
Sekenes gemintang,
Kerlingmu menggoda jantungku,
Menggelitik pembuluhku,
Jatuhlah cintaku, satu demi satu.
Rebahlah di dadaku sayang
Ceritakan tentang rasa bulan dan bintang yang kau kulum
Tunjukkan kekuatan cakarmu
Beri aku dosa dosamu
Kibasan rambut itu bagai belantara,
Menyesatkanku
Geliat geliat itu memperdayaku
Membelit mesinku
Rodaku mendecit, menggesek aspal kepuasan
Oh…, kulit jingga
Menyala bagai lava
Biarkan membara
Biarkan membakar
Biarkan menyulut
Rebah di sampingku sayang
Penyatuan ini indah
Indah yang suci
Suci yang terpuja
Kepada langit aku bertanya
Ah…, apakah ini malam yang laknat
Biarkan kami begini
Sampai pupus raga kami
Wahai Sang Alam, anugerah birahi ini menaklukkanku….
**********
Sumber Ilustrasi Hulk.
salam - Traktor Lubis
FFK: KITA YANG KASMARAN
Festival Fiksi Kolaborasi
No. 151 . Traktor Lubis +Ratu Ayu Widasari
Duet duda keren+ Janda meletup)
Bidukmu adalah nafasmu
Mengarungi hidup pelabuhan demi pelabuhan
Bintang-bintang pelita tunggal
Bahterapun berlabuh
Pada jangkar berpeluk erat
Lalu aku terpagut dalam pagar diriku sendiri
Kan ku ukir indah figura
Kulekatkan dalam hati
Untuk merangkul cintamu
Dan kemesraanpun menyapa
Wajahmu..
Wajahku…Dalam figura
Biduk kutambatkan pada pelabuhan kasihmu
Jangkarpun tak goyah lagi
Tak ada badai menyerang
Ombakpun enggan menghempas
Bintangpun bersinar terang
Menyiram Bahtera cinta kita
Pabila jauh merana mendekap
Disisimu cintaku bangkit
Dan bidukpun kutambatkan
Pada pelabuhan kasihmu
Kasih, Kan kusimpan cintamu dalam almari hatiku yang terdalam
Melingkar erat mendekap kalbu
Bergelora di setiap detak jantungku
Menyala di setiap hela’an nafasku
Aku ingin mencintaimu seperti gemuruhnya suara ombak
Yang deburnya selalu menyelimuti batu karang
Yang tak habis di terjang badai
Aku ingin mencintaimu…
Seperti kertas putih yang melukiskan indahnya warna pelangi
Pada malam yang bertabur gemintang
Pada bulan yang tersenyum tanpa gulandah
Seperti halnya pucuk-pucuk cemara yang senantiasa melantunkan tembang kasmaran
Semoga cinta kita abadi adanya……
Aminnnnnnn….
Salam - Traktor Lubis
Baca selengkapnya..
FFK: PELANGI DI LANGIT JEPANG
Langit putih berdarah merah
Sekelopak telah jatuh
Merekah di bumi
Mengamuk di samudra
Sekelopak telah jatuh
Merekah di bumi
Mengamuk di samudra
Azab yang meraja
Setetes air mata jatuh
Tak lagi perih
Tak lagi pedih
Setetes air mata jatuh
Tak lagi perih
Tak lagi pedih
Merah diatas biru
Berlangitkan badai
Terpapar matahari yang satu
Berlangitkan badai
Terpapar matahari yang satu
Siang yang merah
Tersaput biru gelombang samudra
Tersaput biru gelombang samudra
Disana ada yang ibunya mati
Disana ada yang bapaknya mati
Disana ada yang kakaknya mati
Disana ada yang abangnya mati
Disana ada yang adiknya mati
Disana ada yang kakeknya mati
Disana ada yang neneknya mati
Disana ada yang istrinya mati
Disana ada yang suaminya mati
Disana banyak yang keluarganya mati
Disana banyak yang sanak mati
Disana banyak yang teman-temannya mati
Disana ada yang dia sendiri mati
Disana ada yang bapaknya mati
Disana ada yang kakaknya mati
Disana ada yang abangnya mati
Disana ada yang adiknya mati
Disana ada yang kakeknya mati
Disana ada yang neneknya mati
Disana ada yang istrinya mati
Disana ada yang suaminya mati
Disana banyak yang keluarganya mati
Disana banyak yang sanak mati
Disana banyak yang teman-temannya mati
Disana ada yang dia sendiri mati
Angin menebar desau doa
Sejuta malaikat melati
Menanti ujung nyawa
Tangga tangga menapak pecah
Cahaya menuju nirwana
Sejuta malaikat melati
Menanti ujung nyawa
Tangga tangga menapak pecah
Cahaya menuju nirwana
Wahai bianglala segala jagat raya,
Kedatangan menyambut kepergian
bukan sia sia
Adalah awal dari segala dia berasal
Muara kekekalan
Di belanga putih bersih
Kebahagiaan dan kepedihan terjadi
Kedatangan menyambut kepergian
bukan sia sia
Adalah awal dari segala dia berasal
Muara kekekalan
Di belanga putih bersih
Kebahagiaan dan kepedihan terjadi
Dengan hati karam
Pikiran pikiran itu
Berbaur
Mencoba sembunyi
Tapi adegan hidup Membuatku menangis
Pikiran pikiran itu
Berbaur
Mencoba sembunyi
Tapi adegan hidup Membuatku menangis
Simpati tidak pernah cukup
Jika alam sudah mengamuk!
Jika alam sudah mengamuk!
Sebuah subjek
Di mana tidak ada akhir
Dapat diketahui
Di mana tidak ada akhir
Dapat diketahui
Alam yang berkuasa
kuasa besar kepunyaanya….
Menuntut perhatian mutlak
Bukan ….
Bukan pengabaian
kuasa besar kepunyaanya….
Menuntut perhatian mutlak
Bukan ….
Bukan pengabaian
Manusia?
Budak?
Budak?
Keganasan yang ada!
Adakah lagi iman?
Hai manusia manusia jahanam?
Saat amarah datang memaksa
Memeras air mata
Menghantam
Saat kuasa terus menerus?
Hai manusia manusia jahanam?
Saat amarah datang memaksa
Memeras air mata
Menghantam
Saat kuasa terus menerus?
Sebuah labirin orang
Stempel putus asa
Sebuah amarah alam
Siapa yang kuasa menghindar?
Stempel putus asa
Sebuah amarah alam
Siapa yang kuasa menghindar?
Dalam keputusan asaan jiwa
Dalam tangis yang tak lagi bermakna
Dalam rindu akan Ilahi
Harapan menanti
Dalam tangis yang tak lagi bermakna
Dalam rindu akan Ilahi
Harapan menanti
Badai kan hilang
Cinta tumbuh
Dibalik porak poranda bumi sesudah badai
Selalu ada pelangi di ufuk langit
Bila ada usaha cukup keras untuk mencarinya
Cinta tumbuh
Dibalik porak poranda bumi sesudah badai
Selalu ada pelangi di ufuk langit
Bila ada usaha cukup keras untuk mencarinya
Kolaborasi : Traktor Lubis + Granito Ibrahim + Youly Chang ( No. 126: trio Dragon Phoenix dan Opung Lubis)
Note : UNTUK MEMBACA TULISAN PARA PESERTA FFK YANG LAIN MAKA DIPERSILAKAN MENGUNJUNGI BLOG Kampung Fiksi sbb: KampungFiksi@Kompasiana
Salam - Traktor Lubis Baca selengkapnya..
Menangislah
.
Bergejolaklah galau
Saat jaring jaring sorga sempit menghimpit mengunci yang lebih luas dari sebutir pasir
.
Adakah butiran keringat ini masih berarti?
Bila detak jantung tak lagi berpacu?
Seandainya bisa berpacu lagi
Akankah kau matikan lagi?
.
Tanya tak terjawab
Seperti keberadaanMu yah Tuhanku
.
Saat anjing berkepala hantu
Disitulah matahari terbit dari barat
.
Ketika angin pergi, hujan datang
Ketika hujan pergi, badai datang
Ketika badai pergi, topan datang
Ketika hidup mati, kesadaran hilang
.
Cinta ini ada sebelum mati
Bukan kemarau yang panjang jika jiwa yang kekeringan
Akankah kau menangis untukku?
Saat kukatakan aku tak bisa bernafas?
Saat jaring jaring sorga sempit menghimpit mengunci yang lebih luas dari sebutir pasir
.
Adakah butiran keringat ini masih berarti?
Bila detak jantung tak lagi berpacu?
Seandainya bisa berpacu lagi
Akankah kau matikan lagi?
.
Tanya tak terjawab
Seperti keberadaanMu yah Tuhanku
.
Saat anjing berkepala hantu
Disitulah matahari terbit dari barat
.
Ketika angin pergi, hujan datang
Ketika hujan pergi, badai datang
Ketika badai pergi, topan datang
Ketika hidup mati, kesadaran hilang
.
Cinta ini ada sebelum mati
Bukan kemarau yang panjang jika jiwa yang kekeringan
Akankah kau menangis untukku?
Saat kukatakan aku tak bisa bernafas?
.
.
Traktor Lubis - Jkt, 03 Maret 2011
.
.
.
Cinta Putih - Katon Bagaskara (Versi I - Orchestra)
Baca selengkapnya..
SEKAM
Durjana yang temaram
Lalukan api dalam panas
Lincah bergelombang
Haru dalam kata
Bisikkan aku sukmamu, agar terbalut bahu telanjang
Bernas, gegas gempita
Hai, kau sehitam gelombang
Kemana kini sepi yang bergelayut
Angin yang tak ingin lagi bergelut
Ah, dosa dan dosa lagi
Dosa durjana pembawa api
Sepi
Kau tak lagi hidup
Walau goncangan bahu tak mau
Menjeritlah
Koyak langit itu
Cakar awan itu
Tinju matahari
Namun, namun dan namun
Tak ada tak ada apa apa disana
Hanya panik saat air menjerat hidung
Celaka
Amarah yang berkuasa
Oh.... tak kudahapi harus
Tak kudapati hampa
Biarkanlah sekam membisu, sampai waktunya menjadi debu.
Jakarta, 02 March 2011
Traktor Lubis
Baca selengkapnya..
Sang Gagak
Sang Gagak
Dalam setiap tawa ada tangis yang menunggu.
Dalam setiap tangis ada keraguan akan datangnya matahari.
Senja yang semakin larut, melarutkan malam, meentaskan keraguan akanmu.
Menghilang mungkin membantu,walau sedikit polesan puitis mungkin akan mengasikkan cengkrama kita.
Adakah kau bertanya mengenai aku?
Aku bohong bila berkata tak mengharapkannya.
Aku bohong bila berkata tak mengharapkannya.
Bertubi-tubi palu godam menghancurkan tembok bata.
Tanganku melepuh.
Menggali tanah untuk kubur sendiri.
Tapi setidaknya aku ingin kau peduli.
Akan rasa, akan kebodohan, akan pengorbanan yang kuagungkan dalam cinta.
Tanganku melepuh.
Menggali tanah untuk kubur sendiri.
Tapi setidaknya aku ingin kau peduli.
Akan rasa, akan kebodohan, akan pengorbanan yang kuagungkan dalam cinta.
Sosokmu semakin samar.
Senja mungkin melarutkan malam.
Popok-popok tak kubutuhkan.
Serambi pinggir sudut meruncing.
Senja mungkin melarutkan malam.
Popok-popok tak kubutuhkan.
Serambi pinggir sudut meruncing.
Kapan aku bertanya?
Kapan bisa kau jawab dengan menatap mata?
Dosakah bilah melamun pada senja yang larut?
Bodohkah untuk menyoraki kematian hati?
Kapan bisa kau jawab dengan menatap mata?
Dosakah bilah melamun pada senja yang larut?
Bodohkah untuk menyoraki kematian hati?
Lincah
Jari-jari menekan tuts yang berisi perlambang dari segala cukilan jiwa.
Cukilan mata, cukilan daging tumbuh, yang kadang mengembang walau kebanyakan mengerut sekarang.
Cukilan mata, cukilan daging tumbuh, yang kadang mengembang walau kebanyakan mengerut sekarang.
Dan mungkin akan ada tangis-tangis lagi.
Mungkin akan ada bendera putih lagi.
Mungkin ada sesuatu yang bisa kuraih.
Mungkin ada sesuatu yang kau tinggalkan untukku.
Mungkin akan ada bendera putih lagi.
Mungkin ada sesuatu yang bisa kuraih.
Mungkin ada sesuatu yang kau tinggalkan untukku.
Semakin dalam kurenungi.
Hanya keberanian yang tak kupunya.
Yang membedakan kemungkinan dan nyata?
Jelas itu adalah ‘mungkin’.
Hanya keberanian yang tak kupunya.
Yang membedakan kemungkinan dan nyata?
Jelas itu adalah ‘mungkin’.
Bila keberanian ada, tak akan ada lagi mungkin.
Jika sudah merasa yakin, keberanian pasti datang.
Sedikit nekad sedikit bodoh.
Sedikit perhitungan.
Kali kali kasar dalam kondisi ikat pinggang yang semakin menyempit.
Jika sudah merasa yakin, keberanian pasti datang.
Sedikit nekad sedikit bodoh.
Sedikit perhitungan.
Kali kali kasar dalam kondisi ikat pinggang yang semakin menyempit.
Kaor-koar sang gagak masih terasa.
Mematuk, mematuk, mengais-ngais kotoran mayat belatung celaka.
Akukah sang gagak? Bila kau adalah
badan halus yang kuragukan?
Mematuk, mematuk, mengais-ngais kotoran mayat belatung celaka.
Akukah sang gagak? Bila kau adalah
badan halus yang kuragukan?
Semoga saja… yah semoga saja
Baca selengkapnya..
Langganan:
Postingan (Atom)

















Bung Opik
Traktor Lubis
Bung Opik
Bung Opik
kisah pergelutan dan perjalanan sejarah Bang Traktor dan Bung EA?
wadooohhh…
jgn berat2 bgt bang.
mata udah mulai berat nih…hehehe
Traktor Lubis
Bung Opik
menceritakannya tentang perpisahan seseorang dengan sahabatnya di dunia maya ya bang? dan seseorang itu masih menanti sahabatnya utk kembali…
bener ga jawaban ane kali ini bang? wekekeke
Erianto Anas
Yang ditimpa belati bertubi-tubi dari tiga penjuru mata angin
Dan aku tak kan patah.
Di sini, di sana, dimana saja
Aku kan tetap mengepak
Dan kau…. adalah sayap kiriku
Traktor Lubis
Erianto Anas
Hmmm tambah satu lagi. Berarti rocker ini seorang penyair juga ya.
Traktor Lubis
Traktor Lubis
ahhhhhh
Erianto Anas
Bung Opik
Penulis… juga
Penyair… iya juga
wah…wah…
betul-betul abang satu ini… pasti dulunya pemenang kontes Indeonesia Mencari Batak… wekekekekeke