Tampilkan postingan dengan label Syair. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syair. Tampilkan semua postingan

Kelompok Elit



Elit apa silit?

Baca selengkapnya..

Gusi Bengkak, Kepala Sakit



Kalau sudah begitu. Makan tak enak, tidur tak bisa. Semuanya mandeg.

Makan apa yah enaknya?

Baca selengkapnya..

AJALKU SUDAH DEKAT, TOK! SIAPA YANG MENGETUK PINTU? GARUK GARUK LALU MATI

4 Puisi pendek dalam permainan warna.  Semoga bermakna. Thanks....

1. AJALKU SUDAH DEKAT

13042705961730059181


2. TOK

13042707051953789588
3. SIAPA YANG MENGETUK PINTU?
13042708121756227960


4. GARUK GARUK, HABIS ITU MATI

130427085683695670


Baca selengkapnya..

TOK!







Baca selengkapnya..

TEGUH


Denting dawai dawai yang menggema
Nada sumbang mencabik
Ingatan ingatan itu

Aku terhempas lagi
Ada kerinduan teramat dalam
Jurang tak terdaki

Walau hujan turun
Salah... semua ini salah

Cinta yang berdarah
Hasrat bernanah
Kubur saja aku
Tak usah kau sapa lagi
Jumpa berpaling muka

Masam

Lukakah tlah sembuh
Entah lukamu

Mengapa kita yang saling cinta akhirnya harus saling luka?
Saling menuding hidung pada akhir
Kau yang begitu, kau yang begini!
Aku begini, kau begitu!

Adakah lagi pertanyaan?
Terima kasih sudah menyampaikan kabar tentangku
Walau sudah tak ada
Walau sudah harus tak ada!

Mengapa harus ada jemu, bila setelah jauh
Setelah aku tercampak
Setelah kau melayang
Mengapa ingatan itu datang?

Butir butir kopi
Sudah kau campur dengan arang
Tak lagi murni
Tak lagi merangsang

Aku merindu
Entah denganmu....





Baca selengkapnya..

BATAS BUMI (EARTHBOUND)


Seorang teman dulu mati
Seorang teman lain datang
Seorang teman mulai berpaling
Seorang teman menghilang
tapi tak mati

Hujan tak selalu datang di musim kemarau
Angin juga berhembus seadanya saja

Walau hutan masih tetap saja hijau
beringas kota sudah menggerogotinya
Ribuan hitam berarak
Ribuan desing mesin menyanyi
menyayat hati

Pertama cinta
saat kau hilang tangis kan pecah
Pertama cinta
Saat kau hina .... luka

Gajah gajah itu
rembulan tergigit itu
darah beku itu
ini dan itu

Lahirlah
sakitlah
tualah
matilah

Adakah sakit lagi setelah mati?
Seperti tangis yang mengantar
sosok pucat mulai busuk
membeku menyambut
tanah

Kau yang tahu cinta
sayangi cinta dengan kata kata indah
sayangi cinta dengan segala cinta

Akhiri cinta bila sudah waktunya
semoga bebas ikatan
semoga lepas ikatan

yang mungkin membekas
dari masa lalumu yang kelam

Namun sepatah ucapan yang hina
Bisa hancurkan semua

Biar kuhisap asap ini
Biar kering dada ini
Biar biar biarlah

Gelas gelas akan pecah
Dunia kelam, malam mencengkram
Dada terhantam
tak ada tentram

Gelap tak selamanya
Demikian juga terang

Amarah musuh bangkitkan gairah
Hinaan musuh bangkitkan marah

Amarah kekasih hadirkan tangis
hinaan kekasih padamkan asa
Cemooh kekasih....
Earthbound!







Baca selengkapnya..

AKU MALAIKAT, AKU TERORIS!


Pahit di bibir
merah di mata
sulit untuk aku mengakui
namun sayapku sudah terlalu lama tertutup

Inilah pengakuanku,
Akulah malaikat itu....


Begitulah kawan
dalam kesenangan dunia yang kujalani
aku menekuk sayap sayapku
aku terpesona akan nikmat yang diberikanNya

Aku benci manusia
mengapa mereka menerima semua kepingan surga
yang bahkan di surga sudah mulai tak ada?

Aku menggigit bibir
aku mengambil senjata
aku berubah

Inipengakuanku yang kedua

Akulah teroris itu


dalam kelemahanku sebagai malaikat
aku tak tahu apa itu dosa

Tuhan tak memberiku pengetahuan itu
Kau Manusia! kau yang tahu apa itu dosa

Aku hanya membunuhi beberapa diantaramu
kadang ribuan
Aku malaikat, yang akan diterimanya di sisinya kapan saja

Walau aku membunuhimu malam ini!

Bersiaplah untuk mati
Aku punya beberapa bom baru untukmu



Baca selengkapnya..

Air Mata




Bila waktuku tiba
Kuharap kita bisa bersama
Menyatu lagi dalam tawa
Bukan tangis yang memuakkan ini!

Salam - Traktor Lubis
Baca selengkapnya..

FFK: BIRAHI, ANUGERAH SANG ALAM



  1300509841392683685 

Selembut rembulan,
Hasratmu menyembul di antara bukit-lembahmu,
Membawaku mengapung di langit malam.
Sepanas mentari,

Kau bakar nafsuku dengan getaranmu
Aku meregang,
Aku menegang.
Bagai tsunami,

Gelombang cintamu menggulung jiwaku,
Menghempas, lalu habislah aku kau tebas.
Sedahsyat badai,
Lidahmu menyapu tubuhku,

Mengayunkan ragaku, hingga lolos tulangku
Sekenes gemintang,
Kerlingmu menggoda jantungku,
Menggelitik pembuluhku,
Jatuhlah cintaku, satu demi satu.

13005099312018407691


Rebahlah di dadaku sayang
Ceritakan tentang rasa bulan dan bintang yang kau kulum
Tunjukkan kekuatan cakarmu
Beri aku dosa dosamu

Kibasan rambut itu bagai belantara,
Menyesatkanku
Geliat geliat itu memperdayaku
Membelit mesinku

Rodaku mendecit, menggesek aspal kepuasan
Oh…, kulit jingga

Menyala bagai lava
Biarkan membara
Biarkan membakar
Biarkan menyulut

Rebah di sampingku sayang
Penyatuan ini indah
Indah yang suci
Suci yang terpuja
Kepada langit aku bertanya

Ah…, apakah ini malam yang laknat
Biarkan kami begini
Sampai pupus raga kami
Wahai Sang Alam, anugerah birahi ini menaklukkanku….
**********

Kolaborasi Nomer 136: Duet Eksotis Kenes: Endah Raharjo dan Traktor Lubis.
Sumber Ilustrasi Hulk.

salam  - Traktor Lubis  
Baca selengkapnya..

FFK: KITA YANG KASMARAN




Festival Fiksi Kolaborasi
No. 151 . Traktor Lubis +Ratu Ayu Widasari
Duet duda keren+ Janda meletup)


Bidukmu adalah nafasmu
Mengarungi hidup pelabuhan demi pelabuhan
Bintang-bintang pelita tunggal
Bahterapun berlabuh
Pada jangkar berpeluk erat

Lalu aku terpagut dalam pagar diriku sendiri

Kan ku ukir indah figura
Kulekatkan dalam hati
Untuk merangkul cintamu

Dan kemesraanpun menyapa
Wajahmu..
Wajahku…Dalam figura

Biduk kutambatkan pada pelabuhan kasihmu
Jangkarpun tak goyah lagi
Tak ada badai menyerang
Ombakpun enggan menghempas
Bintangpun bersinar terang
Menyiram Bahtera cinta kita

Pabila jauh merana mendekap
Disisimu cintaku bangkit

Dan bidukpun kutambatkan
Pada pelabuhan kasihmu

Kasih, Kan kusimpan cintamu dalam almari hatiku yang terdalam
Melingkar erat mendekap kalbu
Bergelora di setiap detak jantungku
Menyala di setiap hela’an nafasku

Aku ingin mencintaimu seperti gemuruhnya suara ombak
Yang deburnya selalu menyelimuti batu karang
Yang tak habis di terjang badai
Aku ingin mencintaimu…

Seperti kertas putih yang melukiskan indahnya warna pelangi
Pada malam yang bertabur gemintang
Pada bulan yang tersenyum tanpa gulandah
Seperti halnya pucuk-pucuk cemara yang senantiasa melantunkan tembang kasmaran

Semoga cinta kita abadi adanya……

Aminnnnnnn….



Salam - Traktor Lubis
Baca selengkapnya..

FFK: PELANGI DI LANGIT JEPANG


13004166041667145959



Langit putih berdarah merah

Sekelopak telah jatuh

Merekah di bumi

Mengamuk di samudra
Azab yang meraja

Setetes air mata jatuh

Tak lagi perih

Tak lagi pedih
Merah diatas biru

Berlangitkan badai

Terpapar matahari yang satu
Siang yang merah

Tersaput biru gelombang samudra
Disana ada yang ibunya mati

Disana ada yang bapaknya mati

Disana ada yang kakaknya mati

Disana ada yang abangnya mati

Disana ada yang adiknya mati

Disana ada yang kakeknya mati

Disana ada yang neneknya mati

Disana ada yang istrinya mati

Disana ada yang suaminya mati

Disana banyak yang keluarganya mati

Disana banyak yang sanak mati

Disana banyak yang teman-temannya mati

Disana ada yang dia sendiri mati
Angin menebar desau doa

Sejuta malaikat melati

Menanti ujung nyawa

Tangga tangga menapak pecah

Cahaya menuju nirwana
Wahai bianglala segala jagat raya,

Kedatangan menyambut kepergian

bukan sia sia

Adalah awal dari segala dia berasal

Muara kekekalan

Di belanga putih bersih

Kebahagiaan dan kepedihan terjadi
Dengan hati karam

Pikiran pikiran itu

Berbaur

Mencoba sembunyi

Tapi adegan hidup Membuatku menangis
Simpati tidak pernah cukup

Jika alam sudah mengamuk!
Sebuah subjek

Di mana tidak ada akhir

Dapat diketahui
Alam yang berkuasa

kuasa besar kepunyaanya….

Menuntut perhatian mutlak

Bukan ….

Bukan pengabaian
Manusia?

Budak?

Keganasan yang ada!
Adakah lagi iman?

Hai manusia manusia jahanam?

Saat amarah datang memaksa

Memeras air mata

Menghantam

Saat kuasa terus menerus?
Sebuah labirin orang

Stempel putus asa

Sebuah amarah alam

Siapa yang kuasa menghindar?
Dalam keputusan asaan jiwa

Dalam tangis yang tak lagi bermakna

Dalam rindu akan Ilahi

Harapan menanti
Badai kan hilang

Cinta tumbuh

Dibalik porak poranda bumi sesudah badai

Selalu ada pelangi di ufuk langit

Bila ada usaha cukup keras untuk mencarinya







Kolaborasi   : Traktor Lubis + Granito Ibrahim + Youly Chang ( No. 126: trio Dragon Phoenix dan Opung Lubis)






Note : UNTUK MEMBACA TULISAN PARA PESERTA FFK YANG LAIN MAKA DIPERSILAKAN MENGUNJUNGI BLOG Kampung Fiksi sbb: KampungFiksi@Kompasiana


Salam - Traktor Lubis
Baca selengkapnya..

Menangislah

1299092937348503137.
.

Bergejolaklah galau
Saat jaring jaring sorga sempit menghimpit mengunci yang lebih luas dari sebutir pasir
.
Adakah butiran keringat ini masih berarti?
Bila detak jantung tak lagi berpacu?
Seandainya bisa berpacu lagi
Akankah kau matikan lagi?
.
Tanya tak terjawab
Seperti keberadaanMu yah Tuhanku
.
Saat anjing berkepala hantu
Disitulah matahari terbit dari barat
.
Ketika angin pergi, hujan datang
Ketika hujan pergi, badai datang
Ketika badai pergi, topan datang
Ketika hidup mati, kesadaran hilang
.
Cinta ini ada sebelum mati
Bukan kemarau yang panjang jika jiwa yang kekeringan
Akankah kau menangis untukku?
Saat kukatakan aku tak bisa bernafas?
.
.
Traktor Lubis - Jkt, 03 Maret 2011

1299093637153228913
.
.

.
Cinta Putih - Katon Bagaskara (Versi I - Orchestra)
Baca selengkapnya..

SEKAM



Durjana yang temaram
Lalukan api dalam panas
Lincah bergelombang
Haru dalam kata

Bisikkan aku sukmamu, agar terbalut bahu telanjang
Bernas, gegas gempita
Hai, kau sehitam gelombang

Kemana kini sepi yang bergelayut
Angin yang tak ingin lagi bergelut
Ah, dosa dan dosa lagi
Dosa durjana pembawa api

Sepi

Kau tak lagi hidup
Walau goncangan bahu tak mau

Menjeritlah
Koyak langit itu
Cakar awan itu
Tinju matahari

Namun, namun dan namun
Tak ada tak ada apa apa disana
Hanya panik saat air menjerat hidung

Celaka

Amarah yang berkuasa
Oh.... tak kudahapi harus
Tak kudapati hampa

Biarkanlah sekam membisu, sampai waktunya menjadi debu.

Jakarta, 02 March 2011

Traktor Lubis

Baca selengkapnya..

Sang Gagak



Sang Gagak



12982196551553767616




Dalam setiap tawa ada tangis yang menunggu.
Dalam setiap tangis ada keraguan akan datangnya matahari.
Senja yang semakin larut, melarutkan malam, meentaskan keraguan akanmu.
  
Menghilang mungkin membantu,walau sedikit polesan puitis mungkin akan mengasikkan cengkrama kita.

Adakah kau bertanya mengenai aku?
Aku bohong bila berkata tak mengharapkannya.

Bertubi-tubi palu godam menghancurkan tembok bata.
Tanganku melepuh.
Menggali tanah untuk kubur sendiri.
Tapi setidaknya aku ingin kau peduli.
Akan rasa, akan kebodohan, akan pengorbanan yang kuagungkan dalam cinta.

Sosokmu semakin samar.
Senja mungkin melarutkan malam.
Popok-popok tak kubutuhkan.
Serambi pinggir sudut meruncing.

Kapan aku bertanya?
Kapan bisa kau jawab dengan menatap mata?
Dosakah bilah melamun pada senja yang larut?
Bodohkah untuk menyoraki kematian hati?

Lincah

Jari-jari menekan tuts yang berisi perlambang dari segala cukilan jiwa.
Cukilan mata, cukilan daging tumbuh, yang kadang mengembang walau kebanyakan mengerut sekarang.

Dan mungkin akan ada tangis-tangis lagi.
Mungkin akan ada bendera putih lagi.
Mungkin ada sesuatu yang bisa kuraih.
Mungkin ada sesuatu yang kau tinggalkan untukku.

Semakin dalam kurenungi.
Hanya keberanian yang tak kupunya.
Yang membedakan kemungkinan dan nyata?
Jelas itu adalah ‘mungkin’.

Bila keberanian ada, tak akan ada lagi mungkin.
Jika sudah merasa yakin, keberanian pasti datang.
Sedikit nekad sedikit bodoh.
Sedikit perhitungan.
Kali kali kasar dalam kondisi ikat pinggang yang semakin menyempit.

Kaor-koar sang gagak masih terasa.
Mematuk, mematuk, mengais-ngais kotoran mayat belatung celaka.
Akukah sang gagak? Bila kau adalah
badan halus yang kuragukan?

Semoga saja… yah semoga saja




  • 21 February 2011 00:11:35
    vote ane tuh bang… pertamaxxxxxxxxxxxxxx!
    Suka
    Hapus | Balas |
  • 21 February 2011 00:05:59
    wadoh… ngerti kagak isinya? gw rasa ini rada berat.
    Suka
    Hapus | Balas |
  • 21 February 2011 00:12:27
    hmmmm,
    kisah pergelutan dan perjalanan sejarah Bang Traktor dan Bung EA?
    wadooohhh…
    jgn berat2 bgt bang. 
    mata udah mulai berat nih…hehehe
    Suka
    Hapus | Balas |
  • 21 February 2011 00:12:59
    hmmmm,
    kisah pergelutan dan perjalanan sejarah Bang Traktor dan Bung EA?
    wadooohhh…
    jgn berat2 bgt bang. 
    mata udah mulai berat nih…hehehe
    Suka
    Hapus | Balas |
  • 21 February 2011 01:55:05
    salah…. wekekekekeke
    Suka
    Hapus | Balas |
  • 21 February 2011 11:16:57
    hmmm,
    menceritakannya tentang perpisahan seseorang dengan sahabatnya di dunia maya ya bang? dan seseorang itu masih menanti sahabatnya utk kembali…
    bener ga jawaban ane kali ini bang? wekekeke  
    Suka
    Hapus | Balas |
  • 21 February 2011 00:29:29
    Akulah Mayat Sang Gagak
    Yang ditimpa belati bertubi-tubi dari tiga penjuru mata angin
    Dan aku tak kan patah.
    Di sini, di sana, dimana saja
    Aku kan tetap mengepak
    Dan kau…. adalah sayap kiriku
    Suka
    Hapus | Balas |
  • 21 February 2011 00:41:32
    Opik + EA: sebenarnya puisi ini say tulis tahun 2008. tapi relevan dgn situasi sekarang. itulah seni. inspiratif tak kenal jaman
    Suka
    Hapus | Balas |
  • 21 February 2011 01:31:05
    Tahun 2008?
    Hmmm tambah satu lagi. Berarti rocker ini seorang penyair juga ya.
    Suka
    Hapus | Balas |
  • 21 February 2011 01:34:01
    Kalo gak bisa nyair, mana bisa bikin lagu bagus pak? wekekekekeke
    Suka
    Hapus | Balas |
  • 21 February 2011 02:08:30
    Dalam nulis lagu, sayangnya saya kesulitan pakai bahasa Indonesia. Teks lagu saya yang paling bagus, saya rasa justru di lagu yang berbahasa Inggris. Itu mengapa kadang saya bikin dua versi, lalu saya suruh pilih anggota band.
    ahhhhhh
    Suka
    Hapus | Balas |
  • 21 February 2011 02:09:19
    Hehe..betol betol. Gimana mau bikin sairnya ya. Sip
    Suka
    Hapus | Balas |
  • 21 February 2011 11:42:19
    Rockstar… iya
    Penulis… juga
    Penyair… iya juga
    wah…wah…
    betul-betul abang satu ini… pasti dulunya pemenang kontes Indeonesia Mencari Batak… wekekekekeke   
    Suka
    Hapus | Balas |



Baca selengkapnya..
powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme