Tampilkan postingan dengan label Sejarah dan Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah dan Sains. Tampilkan semua postingan

Hitler Pahlawan Asia Afrika




Sejak imprealisme dan kolonialisme barat menguasai banyak negara negara berdaulat di Asia dan Afrika. Bolhe dibilang, Jerman adalah pembuka mata biar melek orang orang barat, bahwa dijajah itu tidak enak.

Saat Hitler menguasai Paris, Den Haag, Belgia, Polandia, dll. Praktis, satu Eropa tinggal Rusia dan Inggris yang belum dijajah Jerman.

Untuk mengalahkan Jerman ini, untunglah ada musim dingin dan tentera Siberia yang menghancurkan tentra Jerman yang sudah hampir sampai di Moscow. Sejak itu baru ada yang namanya sekutu.

Belanda, Francis, Belgia dll baru tahu gimana rasanya dijajah. Baru muncul sekutu, yang berusaha menumpas Jerman. Begitu juga Jepang di Asia Timur Raya. Kalau Jepang tidak mengalahkan Belanda di Indonesia dan negara negara lain. Mungkin tak akan muncul kesadaran bahwa bangsa Asia bisa juga menjadi berdaulat.

Walau kemerdekaan bangsa bangsa Asia Afrika itu sangat berdarah darah.

Jepang, Jerman dan Italia adalah pemicu gerakan merdeka di Asia Afrika.

Baca selengkapnya..

Kiamat Yang Kubayangkan


Pendapat saya...

teori Kiamat dalam Buddhisme disampaikan tidak pernah kadaluarsa. Bersifat netral. bagian dari ketidakabadaian segala hal. jadi tidak bertentangan dengan nalar umatnya. Makanya jaranggggggggg sekali Buddhis mempermasalahkan hal hal gak perlu kaya kiamat.

Sikap saya mengenai kiamat udah tertera di atas situ, saya cuplik lagi ya....:

===============
kiamat yang sebenarnya bukan masalah juga dijadikan masalah.... hahahahaha

Bukan masalah, karena kalaupun terjadi tidak ada solusinya.... Bumi hancur!
===============

Saya tidak memandang kiamat itu sebagai hal yang menakutkan. Sama saja seperti semua orang pasti mati. Mati matian mengkaji kiamat, teori agama diuji dengan sains atau sebaliknya, hanyalah hal yang luar biasa buang waktu.

Sayang anda tidak tertarik pada sejarah.Tapi lebih suka mencari hakekat dari dongeng.

Bumi menurut arkeologi sudah pernah kiamat. Bukan dalam arti bumi hancur lebur. Tapi hanya kerusakan maha hebat yang menyebabkan Dinosaurus turun tahtah dari kursi penguasa bumi. Digantikan mahluk kaki dua yang di agama situ disebut Adam.

Ancaman kiamat atau hancurnya bumi sangat banyak:

A. kiamat kecil - bumi rusak berat:
- Gunung Toba meletus lagi.
- Meteor raksasa menghajar bumi
- Letupan lidah matahari sampai ke bumi; kekacauan gelombang elektromagnetic, korslet dimana mana, manusia mati terpanggang. Hewan juga.
- pemanasan global yang mengakibatkan salju di kedua kutub bumi mencair; baca tsunami dimana mana, Indonesia mungkin tenggelam - mirip kiamat nabi nuh

kiamat akibat pemanasan global itu yang paling dekat. mungkin 100 - 200 tahun lagi kalau tidak dicegah dari sekarang. Sementara kiamat kecil yang lain bisa muncul kapan saja.

Gunung Toba sebagai salah satu super vulcano di dunia bila meletus akan menyebabkan bumi gelap selama bertahun tahun. Sampai hari inipun debu bekas letusan gunung Toba ada di kutub Utara. Anda bisa buka peta sekarang. Coba lihat Danau Toba yang seperti laut kecil itu ternyata kawah dari gunung purba yang bernama Gunung Toba. Bahkan saking besarnya, di tengahnya ada pulau Samosir. yang diyakini sebagai jatuhan kembali letusan gunung tersebut. Bayangkan dan bandingkan letusan merapi dengan Toba. Sisa Letusannya jadi sebuah pulau di tengah tengah danau raksasa. Danau air tawar paling besar di dunia. Padang hanya sebelahan tuh...


B. Kiamat besar - kehancuran Tata Surya
- Matahari sampai umurnya.
- Matahari ditabrak bintang lain.

tak salah bangsa Jepang menyembah Dewa Matahari. begitu juga bangsa Mesir kuno. Matahari adalah satu satunya sumber energi di tata surya termasuk bumi.

Matahari/bintang yang baru dengan panas yang sangat tinggi alias poll. Akan berwarna biru. Matahari yang hampir mati akan berwarna merah. Jadi, matahari kita sekarang berwarna kuning. Anda bisa kira kira dengan logika anda berapa sudah umur matahari. Kira kira seumuran laki-laki dewasa lah. Tinggal menunggu mati.

Saat matahari memerah. Panasnya menurun, namun volemenya membesar, diperkirakan dengan hitungan fisika, ukuran matahari akan menelan 3 planet terdekat. Merkurius, Venus dan Bumi. Yah otomatis Bumi tamat riwayatnya. Menjelang hal itu, Matahari akan terlihat banyak dari bumi. Karena ukurannya yang membesar, walaupun panasnya menurun, namun karena jaraknya mendekat ke bumi. Bumi akan gosong. semua air menjadi uap. Tak ada yang bisa hidup. Alias kiamat.

Tapi hal itu tidak terjadi secepat kilat atau dalam hitungan hari. melainkan berangsur angsur sedikit demi sedikit. Jutaan tahun mungkin.

======================

Dan pendapat sains tersebut, untungnya tidak bertentangan malahan sesuai dengan kayakinan saya.

lalu teentang teori antariksa tersebut. bagaimana ilmuan ilmuan tersebut bisa mencetuskannya....

Dari belajar, menghitung, meneliti, mengamati.... jejak jejak yang ada di seluruh jagat raya yang bisa diamati manusia dengan buah karya Galileo Galelai.... Teleskop.

Baca selengkapnya..

Orang Indonesia Keturunan Kera


Orang Indonesia kebanyakan penganut teori DARMIN. Mereka beranggapan bahwa 'Manusia berasal atau bernenek moyang kera"

Sementara Orang Barat dan Asia Timur Jauh seperti Jepang, Korea, China, Taiwan dan dll kebanyakan menganut Teori DARWIN, mereka merasa masuk akal bila "Manusia dan kera sebagai jenis dari primata, seperti juga Simpanse, Siamang, Orang Utan dll berasal dari keturunan yang sama, yang terjadi melalui proses yang disebut evolusi - perubahan secara lambat sekali"

====================

Itu mengapa mereka tidak punya pertanyaan pertanyaan tolol:

1. Kalau manusia berasal dari monyet, monyet berasal dari apa dong?
2. Lu aja kale yang keturunan monyet!
3. Kalau monyet berevolusi jadi manusia, kok sekarang masih ada monyet?
4. Barangkali ilmuan ilmuan itu pecinta kera.
5. Hidup Sun Go Khong! Hidup Hanoman!
6. Kok ada monyet yang berevoluasi ada yang tidak?
7. Dll, Dll.....

NB:
Karena saya tidak bicara agama. Tolong jangan pakai IMAN. Pakailah pikiran, logikan dan otak anda. Atau saya beranggapan anda sudah tidak punya otak, karena otak anda sudah dimakan iman.


Baca selengkapnya..

Pemeluk Agama Yang Tolol



Sebagai pengantar, saya ingin menunjukkan artikel bersifat ilmiah ini:



Ditemukan, Fosil Penghubung Manusia dan Kera
Tim peneliti Universitas Michigan menemukan fosil berusia 29 juta tahun di Arab Saudi.
KAMIS, 15 JULI 2010, 12:39 WIB Elin Yunita Kristanti


VIVAnews - Para ilmuwan menemukan tengkorak binatang berusia 29 juta tahun yang diduga sebagai nenek moyang monyet purba dan bangsa kera, manusia.


Tim peneliti Universitas Michigan menemukan fosil ini di Arab Saudi. Seperti dimuat laman jurnal Nature, fosil primata tersebut diberi nama Saadanius hijazensis.


Menurut ketua tim peneliti, Dr William Sanders dari Universitas Michigan, temuan ini luar biasa.


Tengkorak yang sebelumnya tak diketahui spesiesnya ini punya beberapa fitur yang dimiliki monyet purba dan kera, juga manusia.


"Saadanius dekat dengan nenek moyang kita [manusia]," kata Sanders, seperti dimuat laman BBC.


"Jika kita mengetahui tentang periode waktu dan kondisi hidup mahluk ini, kita mungkin akan menemukan apa yang membuat evolusi kera dan manusia berbeda," tambah dia.


Dr Sanders menjelaskan, bahwa Saadanius bahkan mungkin telah menjadi nenek moyang bersama yang menghubungkan manusia dengan monyet purba.


"Tapi mungkin ada sederet makhluk di kala itu yang mirip dan salah satu dari mereka menjadi nenek moyang kita," tambah dia.


Sanders menambahkan, para peneliti harus lebih melakukan eksplorasi dan mengumpulkan banyak data, sebelum membuat klaim yang lebih besar.


Meski demikian, fosil yang ditemukan tetap mengindikasikan bahwa primata tersebut tampak sangat mirip dengan monyet modern, Capuchin. Namun, ukurannya sedikit lebih besar, seperti Siamang.


Dari fosil tersebut, diketahui bahwa primata tersebut masih menggunakan empat kaki untuk berjalan di pohon. Ketika sedang beristirahat, struktur tulang primata tersebut kemungkinan besar berbaring di pohon daripada duduk tegak di tanah.


Penemuan terbaru ini menunjukkan bahwa perbedaan evolusi kera dan monyet purba terjadi lebih cepat dari prediksi sebelumnya, 30-35 juta tahun.


Para peneliti membuat perkiraan baru yakni 29 juta tahun lalu. Ini lebih dekat dari perkiraan para ilmuwan, tapi tak mengejutkan bagi sudut pandang palaeantologi. (hs)


sumber Viva News

Setelah anda menyimaknya, mari kita lanjutkan dengan melihat komentator-komentator BRILIANT ini:


KOMENTAR
daus mpro
28/12/2010
emangnya sblm Adam&Hawa udah ada kehidupan..kalo manusia blm kali ya,mungkin binatang2 yg ky Dino dan Papasourus gitu...
 Balas
I?U
16/07/2010
29 juta tahun lalu? perkiraan dari mana??? emang ada KTP-nya tuh fosil? ngibulin terus nih 'ilmuwan-ilmuwan'...
 Balas
Agus
15/07/2010
Saya yakin manusia telah melalui jalan yang panjang yang ditempuhnya sampai saat ini. Dari kehidupan yang sederhana dan usaha yang keras berbekal bibit2 jiwa kemanusiaannya menjadikan iya mampu menjadi mahluk dominan seperti sekarang.
 Balas
ipan
15/07/2010
penemuan itu bagus tapi kita harus kembalikan sejarah manusia yang sebenarnya dari kitab segala suber hukum kitab pencipta manusia !
 Balas
ooo
15/07/2010
@dee yang anda sebut memang benar, saya hanya membenarkan saja, adam dan hawa adalah manusia sempurna pertama (setelah evolusi) dan bukan manusia primitif zaman dinosaurus
 Balas
rara
15/07/2010
nenek moyang KITA.......? lo aj kalee gw seh ogah.....tp bs jd fosil itu adalah bangsa yahudi yg saat itu di kutuk oleh Alloh menjadi kera....tp bkn brati dia nenek moyang manusia......
 Balas
Chayo
15/07/2010
Mereka sendiri yang keturunan kera, wkwkwk,..
 Balas
boboho
15/07/2010
yang nulis iklan di sini kayaknya juga "penghubung kera dan manusia"... haha
 Balas
dee
15/07/2010
sekarang masih berkiblat pada teori darwin.... ampun deh.......... manusia pertama itu adam dan hawa, dan mereka adalah MANUSIA................
 Balas
triyuliadi / yudi
15/07/2010
lanjutkan penelitian ini, untuk menemukan sesuatu yang hilang dari sejarah manusia
 Balas


+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Menurut anda, mengapa kira kira saya membuat judul seperti di atas? Apa pertimbangan saya?

Saya tak habis pikir, bagaimana 90an persen pelajar Jakarta bisa lulus UN dan bagaimana hanya 20an orang pelajar di Bali yang tidak lulus UN? Saya juga sudah ngeh dan semakin mengerti, mengapa negri ini bisa menjadi sarang teroris.

Mengapa mengerami telur telur busuk bisa sangat efektif menghasilkan ayam terorirs di negri ini.

Yang saya maksudkan adalah kebodohan.

==============================

Dalam setiap kajian Ketuhanan yang melibatkan pemikiran logika dan akal, para pemeluk agama yang tolol-tolol itu akan berteriak lantang. Pahami dengan iman! Jangan mengandalkan AKAL dan PIKIRAN untuk Hal hal yang berkaitan dengan keyakinan dan Tuhan. Alias, manusia dianjurkan untuk percaya pada hal hal yang sama sekali tidak dimengertinya. Pokoknya percaya aja deh.... mau masuk kuburan juga percaya.

NAH!

Mengapa saat sebuah artikel yang jelas jelas bersifat ILMIAH para pemeluk agama tolol itu justru mengkajinya dengan IMAN?

TOLOL sekali kan!

Kalau membicarakan Tuhan tidak boleh dengan logika, akal dan pikiran serta Fakta. Tetapi pakailah selalu IMAN. Namun saat membahas sebuah wacana yang ILMIAH justru boleh memakai IMAN? Alias kepercayaan membabi buta. Padahal jelas jelas, BABI ITU HARAM! Membabi buta juga Haram!

Kalau memang mau konsisten dengan penggunaan iman pada hal hal yang bersifat religius, dan memakai akal serta pikiran untuk hal hal yang ilmiah atau sains ilmu pengetahuan. Jangan dicampur adukkan dong!

 Kepercayaan HARAM yang berbau babi itu (kepercayaan membabi buta) sangat berbahaya! Otak dan nalar tidak berfungsi lagi. Mencontoh nabi Adam dan ibunda Hawa, bisa bisa semua manusia jadi incest. Toh, pada awalnya cuman ada 2 manusia, 1 laki-laki, satu perempuan. Lalu ada beberapa orang anak.

Nah, anak anak mereka saling kawin kan? atau malah mengawini ibunya? atau bapak menyetubuhi anaknya?

UPS....! Saya salah. Tidak boleh pakai logika. Walaupun Adam dan Hawa hanya sepasang, Tuhan membuat mereka tidak incest entah dengan cara apa. Kalau Tuhan mau, siapa yang bisa menceegah? Iya kan?.....

Tidak boleh pakai pikiran, nalar dan logika, bahkan di hal hal yang bersifat ilmiah, ilmu pengetahuan dan sebagainya, karena bertentangan dengan agama. Ilmu yang sebenar benarnya sudah ada di kitab suci. Semuanya komplet, lengkap ada di situ. Makanya namanya kitab suci.

Sekolah sekolah goblok itu seharusnya ditutup saja. Apa itu ngajarin ajaran sesat Teori Darwin eh, Darmin!

Itulah penyebabnya mengapa Indonesia hari gini impor cabe dari THAILAND.
Itulah sebabnya hari gini Indonesia impor beras dari Vietnam.
Itulah sebabnya hari gini Indonesia impor kedele dari Amerika.

Yah, negara negara tersebut di atas melakukan banyak rekayasa genetik untuk tanaman pertanian mereka. Bagaimana menemukannya? dengan memahami teori Darwin bahwa manusia dan kera punya nenek moyang yang sama lewat proses EVOLUSI. Bukan Teori DARMIN bahwa nenek moyang manusia itu kera!

Dengan riset riset arkeologi dilanjutkan dengan tes DNA ke BIOLOGI, pengukuran FISIKA hitung hitungan MATEMATIKA, serta uji uji KIMIA di Laboratorium. Bisa dihasilkan cabe yang tahan hama. Bisa dihasilkan Sapi yang bebas ANTRAX. Bisa dihasilkan Kedele yang pulen.

Teori Darwin adalah dasar. Bagaimana Teori Darwin bisa membuat anda saat ini masih makan TEMPE. Karena Tempe sekarang sudah buatan Amerika. Soalnya kedelenya dari sana. Yang dikembangkan dengan dasar dasar TEORI DARWIN.

 Teori Darwin menjadi salah satu pencetus dan pendorong penelitian lebih lanjut di bidang biologi dan ilmu pengetahuan lain. Sampai ke teknologi deteksi DNA saat ini. Tau DNA? Saya tidak! Saya cuman tahu, DNA itu semacam resep membentuk mahluk hidup. Yang didalamnya tercatat dan bisa diuraikan dari mana dan dari siapa.

Saya ragu Tuhan ngerti hal kaya gitu.

UPS, saya salah lagi. Tak boleh pakai Logika dan pikiran. Harus pakai Iman.





Baca selengkapnya..

Bahasa Indonesia Sudah Pernah Jadi Bahasa Gaul Asia Tenggara



Kepemimpinan Indonesia di Asean sekarang ini diusulkan menjadi momen untuk menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi Asean. Hal ini akan diputuskan pada pertemuan kedua di Kamboja September mendatang.

"Usulan Indonesia, penggunaan Bahasa Indonesia. Usulan ini sudah diterima seluruh delegasi. Thailand, salah satunya, menggunakan bahasa Indonesia, Filipina Selatan menggunakan Bahasa Indonesia. Malaysia menggunakan bahasa Indonesia, Singapura juga. Brunei juga sebagian menggunakan bahasa Indonesia," kata Marzuki kepada para wartawan di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi ke-18 ASEAN di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (7/5/2011).

Kompas.com

Sangat menarik melihat ke bahasa Indonesia ini. Seperti kita ketahui, rumus bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu + unsur Serapan. Unsur serapan ini bisa jadi merupakan bahasa Daerah dan bahasa Asing. Lebih menarik lagi bila menyadari komposisi penduduk Indonesia pada saat Bahasa Indonesia ditetapkan menjadi bahasa resmi negri ini dulu.

Kembali kita bermain main dengan data data sejarah.

Indonesia terdiri dari beribu ribu pulau dan beribu-ribu suku dengan beribu-ribu bahasa dan dialeg. Bahkan merupakan yang terkaya dalam hal ini untuk ukuran dunia. Kemudian kenyataan bahwa mayoritas penduduk Indonesia adalah suku Jawa. Penduduk Indonesia juga dari dulu sampai saat ini terkonsentrasi di Pulau Jawa sebagai pulau terpadat.

Pusat politik juga selalu berada di Jawa. Bahkan pasa masa imperium Sriwijaya yang merupakan Negara Nasional I berpusat di Sumatera, wangsa Sailendra sebagai penguasa di kerajaan klasik Indonesia itu, lebih memilih Jawa untuk membangun candi termegah di Indonesia, Borobudur.

Ini sebagai bukti bahwa Jawa tetap merupakan poros politik yang budaya paling penting untuk Indonesia. Sampai hari ini. Wacana perpindahan ibukota RI ke luar Jawa juga dinilai terlalu jauh. Walaupun sempat santer ibukota RI akan dipindah ke Palangkaraya yang secara geografis memang berada di tengah tengah wilayah kepulauan Indonesia.

Dengan budaya, politik dan kemajuan yang relatif Jawa Sentris. Menarik sekali para pendiri bangsa dahulu memilih bahasa Melayu + unsur serapan sebagai Bahasa resmi untuk Negara Kesatuan Republik Indoneia. Sumpah Pemuda menjadi tonggak penting atas keputusan ini.

Apakah ini keputusan yang bersifat kecelakaan?

Saya yakin tidak. Banyak sekali keunggulan bahasa Melayu sebagai induk dari Bahasa Indonesia untuk bisa menyatukan negri dengan keragaman budaya sangat majemuk ini. Terutama bila dibandingkan dengan bahasa daerah lain yang banyak digunakan di Indonesia, misalnya bahasa Jawa.

Sejak jaman dahulu, di daerah pesisir dan lintas dagang Asia Tenggara, Nusantara khususnya, bahasa Melayu sudah menjadi semacam Lingua Franca yang artinya kira-kira, bahasa persatuan, bahasa pengantar, bahasa pergaulan dan bantara (bahasa antara). Bahasa Melayu sudah menjadi bahasa gaul di kalangan pedagang-pedagang di kepualauan Nusantara. Bukan bahsa melayu yang seperti di Melayu Deli - Sumatera Utara, tetapi bahasa Melayu yang sudah bercampur dengan banyak dialeg dari seluruh Nusantara.

Kenyataan lain adalah, bahasa Melayu memiliki keunggulan lain yang tidak dimiliki bahasa Jawa misalnya. Bahasa Melayu tidak mengenal kelas atau semacam kasta. Anda bisa bandingkan dengan bahasa Jawa, yang berbeda dipakai di kalangan priyayi, berbeda dipakai di kalangan kebanyakan, berbeda di strata status sosial masyarakat Jawa. Hal serupa tidak ditemui pada bahasa Melayu.

Dalam bahasa Jawa misalnya, ada kecenderungan penilaian seseorang dari bahasa Jawa yang digunakannya. Seorang dari Solo yang berbahasa Jawa halus akan dipandang lebih priyayi dibandingkan dengan rekannya yang berbahasa Jawa Ngapak. Itu sebagai contoh. Bukan penilaian terhadap geografis. Misalnya, dialeg Jogyakarta berbeda dengan dialeg Jawa-Timuran. Melainkan ke status sosial. Semacam kasta di masyarakat.

Nah, dalam kondisi keragaman Indonesia yang sangat majemuk ini, tentu dirasa kurang tepat oleh para pendiri bangsa ini, bila bahasa yang seharusnya menyatukan keragaman justru menjadi pemisah, status sosial. Maka bahasa Melayu yang berasal dari Sumatera dipilih menjadi dasar bahasa untuk sebuah bayi negara kesatuan yang sekarang kita kenal dengan nama Indonesia ini.

Lalu ke wacana bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi Asean. Ini juga sangat relevan. Karena sudah jelas, bahasa Indonesia adalah bahaya yang paling banyak dipakai penduduk di Asia Tenggara. Itu fakta. Indonesia adalah negara terbesar di Asia Tenggara, dengan penduduk yang paling banyak.

Belum lagi pada kenyataan akar bahasa Indonesia yang dari Bahasa Melayu. Indonesia, Malaysia, Brunai, Filipina Selatan dan Singapura akrab dengan bahasa ini. Sementara Vietnam meletakkan Bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa yang diajarkan di sekolah.

Lebih jauh saya dapatkan info berikut:

Walaupun yang paling efektif merubah citra adalah merubah realitas, namun peran budaya dan bahasa Indonesia dalam diplomasi sangat krusial. Tingginya minat orang asing belajar bahasa dan budaya Indonesia harus disambut positif. Kalau perlu, Indonesia menambah Pusat Kebudayaan Indonesia di sejumlah negara, guna membangun saling pengertian dan perbaiki citra .

Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Departemen Luar Negeri Andri Hadi mengemukakan hal itu, ketika tampil pada pleno Kongres IX Bahasa Indonesia, yang membahas Bahasa Indonesia sebagai Media Diplomasi dalam Membangun Citra Indonesia di Dunia Internasional, Jakarta.

“Saat ini ada 45 negara yang ada mengajarkan bahasa Indonesia, seperti Australia, Amerika, Kanada, Vietnam, dan banyak negara lainnya,” katanya. Mengambil contoh, Australia, Andri Hadi menjelaskan, di Australia bahasa Indonesia menjadi bahasa populer keempat. Ada sekitar 500 sekolah mengajarkan bahasa Indonesia. Bahkan, anak-anak kelas 6 sekolah dasar ada yang bisa berbahasa Indonesia.

sumber :http://www.taukahkamu.com/2010/11/bahasa-indonesia-dipelajari-oleh-45.html

Dengan demikian, dari aspek sejarah, sifat, kemudian kepada kenyataan bahwa bahasa Indonesia dipakai luas di banyak negara, gagasan menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi Asean itu bukan mimpi di siang bolong.

Saya mengira, sudah waktunya negri ini mempunyai sesuatu yang bisa membuat bangga rakyatnya. Nasionalisme akan naik ke derajat mendidih bila hal ini terjadi. Sudah saatnya juga delegasi delegasi Indonesia memperjuangkan misi ini dengan lebih serius, dengan lobing-lobing politik ke negara negara tetangga. Ke Vietnam, Thailand, Kamboja dan negara negara Asean lainnya yang sempat punya hubungan teramat mesra dengan Indonesia.

Jangan sampai momen ini disambar Malaysia, mereka terkenal jagoan dalam hal lobing-lobing politik. Namun keagresifan mereka dalam hal budaya tidak mempunyai modal yang sama besarnya. Kebalikan dari Indonesia. Kita memiliki segalanya, hanya mungkin wakil wakil kita masih lebih mementingkan aspek melancong saat ditugaskan menggolkan sebuah niatan bangsa. Bukan tanpa alasan saya tuliskan alinea ini. Luka saat pulau pulau kita diklaim Malaysia dan menang di lobing tingkat PBB membuka mata kita. Sudah maksimalkah kemampuan berjuang kita?

Dalam segi bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi Asean ini, Malaysia bisa saja mengklaim bahwa bahasa Melayu adalah dasar dari bahasa Indonesia. Dan Malaysia sendiri walaupun menganaktirikan bahasa Melayu dengan pemakaian secara luas bahasa Inggris di negaranya akan dengan tidak ragu ragu menyabet kesempatan apapun jika ada celah.

Sampai disana, barulah nanti kita sibuk mengorek ngorek lagi sejarah silam, bahwa bahasa Melayu itu bahasa asli salah satu suku di Indonesia yang sekarang dipakai di Malaysia. Bukan sebaliknya. Gelagat Malaysia mengumpulkan artefak artefak Melayu kuno dari daerah Kerinci dan Minangkabau di Sumatera mengindikasikan ke arah sana.

Mari kita renungkan lagi. Bahasa Indonesia ini punya peranan teramat nyata dalam mewujudkan sebuah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ini bahasa yang berakar dari budaya kita sendiri. Bukan dari bahasa India atau Cina yang banyak mempengaruhi kebudayaan lokal kita. Tapi murni dari bangsa Indonesia. Asli dari gugusan pulau pulau Nusantara. Original made in Indonesia. Paling Indonesia







Baca selengkapnya..

Anda Malu Melihat Indonesia? Saya Malu Melihat ANDA!



Sebenarnya kejadian ini dulu belum ada nama Indonesia. Yang ada adalah Nusantara, yang setelah era Sriwijaya pusat politik berada di Jawa. Heboh mengenai NII akhir-akhir ini saya rasa sangat relevan bila kita menarik diri ke garis sejarah bangsa yang begitu cemerlang di masa lalu.
.
Gugusan kepulauan Nusantara yang teramat luas ini memang terdiri dari ribuan pulau, ribuan suku bangsa, ribuan bahasa dan dialeg, yang ternyata berhasil bersatu dalam tubuh Negara Kesatuan Indonesia yang kita cintai sekarang ini. Salah satu penyebab banyaknya pemberontakan kedaerahan atau kesukuan atau kelompok di Indonesia ini adalah minimnya pendidikan.
.
Pendidikan yang jalan di tempat, menjadikan banyak sekali orang orang Indonesia yang tidak menyadari kebesaran bangsa ini. Kondisi ekonomi, tekanan politik, pemerintahan yang jauh dari bersih menjadikan banyak jiwa jiwa muda yang tidak pernah tahu, apa dan bagaimana Indonesia ini sebenarnya.
.
Dalam satu gagasan yang diajukan oleh para pendukung NII adalah mendirikan negara berdasarkan Islam di Indonesia dengan acuan kejayaan Kesultanan Turki di masa lalu sebagai gambaran kejayaan Islam. Sejarah yang dipenggal penggal, bisa menjadi alat propaganda politik yang sangat jitu.
.
Tentu saja propaganda kebesaran kesultanan Turki tersebut tidak menyebut-nyebut kenyataan bahwa Turki akhirnya tunduk pada Kekaizaran Mongol dari Asia Tengah yang bahkan sudah menduduki dan menjadi China. Kebesaran Kesultanan Turki yang sudah hampir menguasai seluruh daratan Eropa akhirnya putus, di tangan serangan bangsa Bar Bar nomaden dari Asia Tengah, Jengish Khan.
.
Dalam perjalanan sejarahnya, bahkan Mongol menguasai hampir 1/3 wilayah beradab dunia. Tidak ada negara yang sanggup menghalau air bah dari Asia Tengah ini. Bisa dikatakan pada masa itu Mongol benar benar tidak terkalahkan. Kalau melihat ke wilayah penguasa besar lain dalam sejarah misalnya Alexander atau Julius Kaisar, maka wilayah kekuasaan mereka itu tidak ada apa apanya dibanding wilayah tahklukan Mongol.
.
Namun tahukah anda, sewaktu anda terkantuk-kantuk mendengarkan Guru Sejarah menceritakan pendirian Majapahit di Jawa, guru anda sedang menceritakan bagaimana Nusantara mempermalukan Mongol? Nusantara yang sering disepelekan dalam percaturan sejarah dunia, seperti umumnya wilayah Asia Tenggara ini? Orang Jawa sanggup mempermalukan Mongol? Nusantara tidak bisa dikuasai Mongol yang sudah menguasai 1/3 wilayah daratan beradab di dunia?
.
Kunci kekayaan bangsa bangsa Arab pada masa itu adalah Nusantara. Arab, India dan Cina, merahasiakan posisi negeri penuh rempah rempah ini dari orang orang barat. Mereka menjadi pedagang pedagang kaya dengan membawa barang barang eksotis dari Nusantara. Rempah rempah, kapur barus, kayu cendana, kemenyan dan lain-lain yang menjadi kebutuhan rakyat Eropa, berasal dari negri yang tidak mereka ketahuai dimana letaknya. Hal tersebut menjadi salah satu pendorong penjajahan oleh bangsa Eropa atas bangsa-bangsa Asia - Afrika yang terjadi di masa-masa berikutnya.
.
Pada masa cucu dari Jengish Khan yaitu Kubilai Khan berkuasa di daratan China, terbersit keinginan Kubilai Khan untuk juga menguasai Jawa (Nusantara) yang kala itu sedang diperintah oleh Kertanegara. Di Kerajaan Singosari yang didirikan oleh Ken Arok dengan mengalahkan Kediri. Utusan dari Mongol/China datang menghadap raja Jawa, prabu Kertanegara. Menguatarakan maksudnya, Jawa harus tunduk ke Mongol atau diserang.
.
Kertanegara marah besar. Mengki, utusan Kubilai Khan tersebut dirusak wajahnya dengan pemotongan daun telingah menurut kitab Pararaton. Mengki pulang ke Mongol/China dengan sejuta ancaman pada kehancuran Jawa. Kertanegara tidak tinggal diam. Pada saat itu, Kertanegara adalah raja dari Jawa pertama yang bercita cita menyatukan Nusantara, Dwipantara. Maksud dan tujuan penaklukan Mongol dianggap sebagai penghinaan pada Jawa/Nusantara.
.
Sepulang Mengki, Kertanegara mencanangkan apa yang dikenal kemudian dengan Ekspedisi PaMalayu. Dalam ekspedisi ini berakhir masa dinasti terpanjang dalam sejarah dunia. Dinasti Sailendra di Sriwijaya yang sudah betahan hingga 8 abad. Benar, itu salah satu hal yang sedikit sekali diketahuai orang Indonesia sendiri. Sriwijaya adalah kerajaan dengan dinasti paling awet yang pernah ada di muka bumi ini, sekitar 8 abad. Bandingkan dengan Dinasti Chin di China yang hanya 2 - 3 abad. Atau Majapahit sendiri yang bisa sampai 3 - 4 abad.
.
Ekspedisi Pamalayu Kertanegara berhasil menyatukan kekuatan kekuatan politik di Asia tenggara. Sudah hampir meliputi seluruh Nusantara terutama di wilayah barat, Sumatera, Tanah Semenanjung, dan Indocina. Ekspedisi Pamalayu ini diharapkan bisa menjadi kekuatan tandingan untuk menghadapi serangan Mongol.
.
Kekuatan militer Singosari dikirim ke Sumatera. Sehingga terjadi kekosongan kekuatan militer di Jawa. Kesempatan ini tidak luput dari perhatian Jayakatwang, keturunan Kediri yang dulu dikalahkan Ken Arok - pendiri Singosari. Jayakatwang adalah raja kecil/bawahan di Singosari. Ternyata Ken Arok tidak menghabisi seluruh sisa sisa keturunan Airlangga. Jayakatwang memberontak.
.
Singosari hancur lebur, Kertanegara tewas. Raden Wijaya keturunan Ken Arok lari ke Madura, sebelum kemudian meminta suaka di suatu tempat yang banyak terdapat pohon Maja. Cikal bakal nama Majapahit berasal dari sini. Dalam suaka tersebut Raden Wijaya menyiapkan balatentaranya sendiri secara diam diam.
.
Sebentar saja Jayakatwang berkuasa. Ribuan tentera Mongol/China datang untuk menghukum raja Jawa. Mereka tidak tahu bahwa di Jawa sudah terjadi suksesi kepemimpinan. Bukan Kertanegara lagi yang berkuasa, namun sudah berpindah ke Jayakatwang si pemberontak dari Kediri. Tugas mereka hanya satu, menghukum raja jawa dan menguasai Nusantara.
.
Jayaakatwang mati. Tewas saat menghadapi tentara Mongol yang pada saat itu adalah tentera paling brutal paling hebat yang ada di dunia. Tentara, dimana-mana sehabis menang perang biasanya mabuk kemenangan. Demikian juga tentera Mongol. Kondisi yang sudah letih karena perang, kemudian mabuk kemenangan membuat mereka tidak waspada. Pada saat yang tepat itu, muncul Raden Wijaya dengan pasukannya untuk menghabisi para tentera asing yang ingin menjajah Nusantara.
.
Mongol kalah. Tentara Mongol kocar kacir. Nusantara sekali lagi terselamatkan dari kekuasaan asing. Majapahit berdiri sebagai bukti Mongol sudah dipermalukan oleh Nusantara. Orang Jawa itu bernama Raden Wijaya, satu satunya manusia di muka bumi ini yang bisa menghalau invasi Mongol.
.
===========
.
Bila anda menanyakan apa yang bisa membuat anda bangga sebagai bangsa Indoensia? Orang Indonesia? Kisah tadi salah satunya. Atau anda sudah tahu kisah tersebut, namun belum ‘ngeh’ pada kehebatan kisah itu? Karena tidak pernah disebut sebut? Tidak pernah dijadikan alat propaganda untuk membentuk nasionalisme yang tidak semu?
.
Soekarno adalah gambaran cerdas dari Raden Wijaya. Soekarno yang mendirikan Indonesia atas dasar puing puing yang sudah dirusak Jepang. Sebelum diserahkan ke Belanda sebagai bagian dari perjanjian damai akhir Perang Dunia ke II. Soekarno dan para pendiri bangsa menolak dengan tegas dan berani. Sehingga muncul NKRI yang kita cintai hingga detik ini. Tanpa kekuatan militer yang berarti, bahkan sering diistilahkan dengan hanya bermodal bambu runcing Indonesia berdiri.
.
Anda sudah dapat bayangan. Bukan hanya tahun 45 hal seperti itu terjadi. Apa yang dimiliki Raden Wijaya yang pelarian dari Singosari untuk menghadapi Mongol, yang bahkan Turki, Kesultanan paling besar di Asia Barat tidak berkutik?
.
Yang dimiliki Raden Wijaya, Soekarno dan para pendiri bangsa adalah kecerdasan, keberanian, perhitungan, nasionalisme, cinta tanah air, percaya diri sebagai bangsa yang besar. Bukan tentara maha hebat seperti yang dimiliki bangsa lain. Cita cita mempersatukan Nusantara dari raja Kertanegara, diwujudkan lewat tangan Gajah Mada, mahapatih paling beken sepanjang sejarah Nusantara.
.
Beragam suku, beragam bahasa, beragam agama, bukan lagi beragam, sangat majemuk. Mustahil bisa disatukan dengan sebuah ideologi yang bukan berasal dari bumi Nusantara itu sendiri. Gajah Mada dan Hayam Wuruk mengerti hal ini. Majapahit merumuskan Bhineka Tunggal Ika, yang kemudian juga diadopsi para pendiri negara Indonesia menjadi semboyan persatuan NKRI.
.
Mereka merumuskan Pancasila, tidak mengadopsi paham liberal atau komunis atau kerajaan (pada saat itu kesultanan Jogyakarta diakui Belanda) atau bahkan Syariat Islam sebagai semen untuk menyatukan dasar dasar keragaman Nusnatara dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
.
Akhir kata, tidak ada rumus atau metode yang sanggup menyatukan negri yang sangat kaya fisik dan budaya seperti Indonesia ini. Tidak ada ideologi yang bisa menyatukan Indonesia. Tidak ada. Kecuali ideologi yang barasal, lahir, dan tumbuh dari Indonesia sendiri, Bhineka Tunggal Ika. Atau anda curiga Bhineka Tunggal Ika itu bagian dari kebudayaan Hindu-Buddha di jaman Majapahit. Istilah Pancasila benar, diadopsi dari dasar dasar moral agama Buddha, dengan butir butir yang sama sekali berbeda tentunya. Namun Bhineka Tunggal Ika adalah murni produk dalam negri. Tidak ada istileh tersebut di India, negara asal dari budaya Hindu - Buddha.
.
Bersatu dalam perbedaan, menyatu dalam keragaman, itu hal yang PALING INDONESIA.



Baca selengkapnya..

MATI KETAWA CARA ORANG BATAK


Jadi bukan hanya kalangan Sufi yang sanggup mengetawai diri mereka sendiri. Tanpa gembar gembor pun orang orang Batak sudah sejak jaman dulu kala suka mengetawai kebiasaan mereka sendiri. Dan ini sik, sebagai intropeksi diri kalau mau memandangnya secara positif.

Jadi suatu siang saya dan apara saya marga Pasaribu sedang ketawa ketawa komen komenan di Facebook tentang orang orang Batak. Yah, kami kami juga....

Entah apa yang saya minta padanya, dia ogah menyanggupi... maka...


LUBIS:
"Pelit kali kau apara.... memang betul betul Batak lah kau ini"

PASARIBU:
"Wakakakakaka.... pelit pelit... Mandailing yang dijuluki Manipol (Mandailing Ni Polit) apara.... " (Lubis memang kerap dikempokkan ke Mandailing, karena banyak yang Muslim)

LUBIS:
"Alah.... lebih polit nya Inang Inang Batak apara... kalau pesta bawa keranjang besar di kepala... isinya beras cuman setengah kilo... hahahahaha..."

PASARIBU:
"Hahahaha.... Botul bah! padahal perhiasan yang dipakainya sudah kaya toko mas berjalan ya......"

LUBIS:
"Hehehehehe... iya botul! Habis pesta kalau masih ada saudara sama yang punya pesta, pake minta dibungkus bawa pulang lagi.... wakakakakaka"

PASARIBU:
"Itu kan buat kucing apara..... Wakakakakaka"

LUBIS:
"Hehehehe.... Kurang ajar botul kau apara... Ibumu sendiri kau ejek-ejek....!"

PASARIBU:
"Wakakaka.... Kepalamu lah Apara! Ibumu rupanya tak inang inang ... wekekekeke?"

LUBIS:
"Hihihihi.... Ibuku Cina apara... jadi kalo pesta, berasnya sudah 3/4 kilo...wakakakakaka"

LUBIS + PASARIBU:
"WAKAKAKAAKAKAKAAKA NARITIK...!"

==========

Begitulah kira kira bercandanya orang Batak. Terdengar sangat kasar barangkali bagi ukuran orang Jawa. Tapi asli, itu tidak kasar, itu akrab. Bisa begitu kalau sudah ada semacam jalinan persaudaraan.

Marga Pasaribu dan Lubis memang masih saudara. Masih dalam satu Gank, gank Borbor namanya. Satu Gank juga dengan Harahap, Malau, Damanik, Batubara, Gurning, Sagala, Amabarita dan Purba.

Kemudian, tentang Mandailing, ini sebutan untuk Suku Batak yang ada di Tapanuli Selatan. Kadang mereka tidak suka disebut Batak. Jadi ada kecenderungan Batak itu sebutan untuk Batak Toba. Bahkan Batak yang berada di pesisir banyak yang sudah berubah menjadi Melayu.

Di pesisir Tanjung Balai - Asahan - Sumut, misalnya, banyak marga marga Batak yang sudah tidak tahu apa Batak mereka. Bila ketemu Lubis, anda tanya "Lubis darimana?" nanti akan dijawab, "Lubis Teluk Nibung"

Begitulah, akhirnya adat dan kebudayaan, klan dan marga tergerus jaman. Untungnya di kalangan Muslim Tapanuli Selatan dan Kristen di Tapanuli Utara, penghilangan marga ini tidak terjadi.

Saya sendiri sudah capek menghadapi Batak Batak yang menuding saya Batak Dale. Artinya Batak yang sudah tidak tahu asal usul seperti di pesisir Tanjung Balai itu. Karena aneh sekali kan, mengaku Batak tapi Buddhis.

Ucox, Arman bahkan belakangan Est bermaksud memasukkan saya ke Rekor entah apa, karena Batak tapi Bhiksu... wekekekeke. Lubis tapi Buddhis.

Bagaimana ya?.... Dalam sejarahnya, sebelum masuk Islam dan Kristen di tanah Batak, wilayah itu menganut Hindu Buddha kok. Buktinya, ada Batara Guru (Hindu) dalam kisah asli suku Batak. Kemudian peninggalan sejumlah candi Buddha di Tapsel.

Lalu, Di sayanya sendiri. Marga itu turun dari bapak ke anak laki-lakinya. Agama itu bisa diganti kapan saja. Marga tidak. Kalau anda tidak mengerti hal ini, Maka menurut saya Anda yang benar benar Batak Dale.




Baca selengkapnya..

BUKAN HANYA ORANG BATAK YANG MAKAN ORANG YA!

Washington - Bekas gigitan pada tulang manusia prasejarah menunjukkan bahwa mereka menggerogoti tulang tersebut. Selama ini para ilmuwan telah banyak melihat bukti kanibalisme manusia purba, misalnya bekas kapak pada tulang, namun mereka belum dapat memastikan apakah manusia gua juga menggigiti tulang tersebut.

Untuk mempelajari apakah manusia gua juga mengunyah tulang manusia, para ilmuwan merekrut sejumlah sukarelawan untuk menggigiti tulang, tentu saja bukan tulang manusia, melainkan iga babi mentah dan kaki domba, termasuk iga bakar dan paha domba rebus. Baik orang Eropa maupun orang suku Koi dari Namibia terlibat dalam eksperimen itu.

Para ilmuwan melihat pola pada tulang yang telah digigiti tersebut, baik lekukan, lubang pada permukaan, maupun bagian tepi gigitan. Mereka mendeteksi adanya bekas gigitan serupa pada tulang manusia prasejarah berumur 12 ribu tahun dari Gua Gough di Inggris dan tulang Homo antecessor, spesies manusia yang telah punah berumur 800 ribu tahun dari situs Gran Dolina di Spanyol.

"Temuan ini memberi gagasan baru tentang apa yang terjadi ketika manusia pertama kembali menghuni Inggris setelah zaman es terakhir," kata Briana Pobiner, ahli paleoantropologi di Smithsonian Institution. "Mereka ada kemungkinan mengalami tekanan yang amat berat karena kesulitan menemukan sumber makanan, dan nutrisi dari praktek kanibalisme mungkin merupakan adaptasi terhadap tekanan itu."

Dalam laporan yang dipublikasikan di Journal of Human Evolution edisi Januari 2011 itu, para ilmuwan mengakui bahwa tidak semua bekas gigitan tersebut menunjukkan secara spesifik bahwa pelakunya adalah manusia. Meski demikian, para ilmuwan menjelaskan bahwa, bila dilihat dalam kombinasi, mereka dapat membuktikan adanya gigitan manusia.
"Sangat menarik melihat apakah bekas gigitan yang ditemukan itu benar-benar kumpulan fosil prasejarah awal yang disebabkan oleh manusia atau sebaliknya mamalia karnivora," kata Pobiner. "Beberapa spesies Homo awal mungkin harus mengunyah otot yang jauh lebih alot daripada kita, dengan kemampuan merusak tulang yang jauh lebih kuat daripada yang bisa kita lakukan." Baca selengkapnya..

HOMO HOMO ITU DATANG DARI AFRIKA

Jurnal Science edisi 27 Januari 2011 mengulas panjang-lebar tentang "Out of Africa". Media bergengsi tersebut tidak bercerita tentang film Out of Africa produksi 1985 yang dibintangi Meryl Streep dan Robert Redford, melainkan migrasi Homo sapiens atau nenek moyang manusia modern keluar dari Afrika.

Sampai saat ini, para ahli sepakat bahwa Benua Hitam itu sebagai awal munculnya genus Homo, termasuk Homo sapiens, yang menjadi cikal bakal kita. Hal tersebut berdasarkan dukungan ilmu genetika melalui penelitian DNA mitokondria gen perempuan ("Eve" mitochondrial gen) dan Y kromosom gen laki-laki ("Adam" Y chromosome).

Berdasarkan biomolecular dating, kronologi migrasinya sebagai berikut 120k (ribu tahun lalu) ke Afrika Selatan, 100k mencapai Israel, 70-50k mencapai Arabia dan wilayah Timur Tengah, serta 50-30k mencapai Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Australia. Cabang lain ke Eropa dan Siberia; 20-15k mencapai Bering dan Alaska, Amerika Utara; 15-12k mencapai Amerika Selatan.

Migrasi Homo erectus (spesies jauh sebelum Homo sapiens) dan Homo sapiens sangat dibantu oleh "global cooling" yang terjadi sejak 5 atau 6 M (juta tahun lalu), pada awal Pliosen. Zaman glasiasi merendahkan air laut, melebarkan daratan, menyempitkan laut, dan membentuk banyak jembatan daratan.

Bukti-bukti saat ini pada deep sea core menunjukkan turunnya temperatur dan luasnya glasiasi dalam tiga juta tahun terakhir. Siklus isotop oksigen yang diukur pada rangka fauna mikroskopik di dalam core menunjukkan fluktuasi muka laut ini yang mengikuti periode dingin dan hangat sejarah bumi.

Ternyata pada periode 70k bumi memasuki zaman es terakhir. Permukaan laut menjadi lebih rendah 100-200 meter ketika air tertahan di gletser. Pada bagian tersempit, muara Laut Merah di antara Tanduk Afrika dan Arabia akan berjarak beberapa kilometer saja. Dengan rakit atau perahu sederhana, Homo sapiens dapat menyeberanginya untuk bermigrasi ke luar Afrika.

Simon Armitage dari Royal Holloway University of London, dalam tulisannya di jurnal Science ini, menyebutkan, lewat celah sempit di Tanduk Afrika itulah manusia modern keluar Afrika. "Mereka tiba di Arabia timur jauh lebih awal, yakni 125 ribu tahun lalu, dan tidak melalui Lembah Sungai Nil atau Timur Dekat seperti hasil penelitian selama ini," katanya.

Armitage mendasari kesimpulannya setelah melakukan penggalian di situs arkeologi Jebel Faya di Uni Emirat Arab. Tim ahli internasional itu menemukan peralatan tangan yang relatif primitif yang dipakai untuk mencakar dan melubangi.

Peralatan yang menyiratkan adanya inovasi teknologi dari manusia purba itu terkubur dalam sedimen yang terdiri atas batu dan pasir. Dari pengukuran karbon, alat-alat itu berusia sekitar 125 ribu tahun.

Temuan serta analisis Armitage dan timnya membuka analisis baru teori Out of Africa selama ini. Apa itu? Bahwa keluarnya manusia modern dari Afrika pertama kali belum tentu melewati Terusan Suez.

Memang isu tentang kapan dan melalui jalur mana penyebaran manusia modern dari Afrika menjadi sumber perdebatan sejak dulu. Walaupun ada bukti yang menunjukkan eksodus di sepanjang pantai Laut Tengah atau pesisir Arab sekitar 60 ribu tahun lalu.

Selain Armitage dan koleganya, tim peneliti lain adalah Hans Peter Uerpmann dari University of Tubingen di Jerman. Gabungan tim peneliti ini menganalisis permukaan laut dan catatan perubahan iklim di wilayah Tanduk Afrika selama periode interglacial terakhir atau sekitar 130 ribu tahun lalu.

Mereka menemukan petunjuk bahwa Selat Bab al-Mandab, yang memisahkan Arab dari Tanduk Afrika, menyempit karena paras muka laut yang rendah. "Manusia modern mungkin bisa berjalan menggunakan rakit atau perahu yang tentu dapat dibuat pada waktu itu," kata Uerpmann.

Dari sini menjadi gerbang eksodus Homo sapiens ke Semenanjung Arab, kemudian ke Bulan Sabit Subur dan India. "Arkeologi tanpa waktu seperti sebuah teka-teki dengan ujung saling terhapus," kata Armitage.

Menurut Armitage, kita memiliki banyak potongan informasi individu, tapi tidak dapat memasukkan mereka bersama-sama untuk menghasilkan gambar yang besar. Pada Jebel Faya, katanya, waktu mengungkapkan gambaran menarik di mana manusia modern bermigrasi keluar dari Afrika lebih awal dari perkiraan sebelumnya. Hal ini dibantu oleh fluktuasi iklim global dan permukaan laut di Jazirah Arab.

Peneliti lain antusias dengan penemuan di Jebel Faya. Namun mereka berhati-hati terhadap kesimpulannya. "Satu situs tidak dapat mengkonfirmasi hipotesis bahwa 'Out of Africa' melalui Saudi," kata arkeolog Mark Beech, dari Britain's University of York.
Baca selengkapnya..
powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme